Gelombang Air Laut Tinggi, Terjang Pesisir Palabuhanratu

Jumat, 8 Mei 2020 - 13:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Fenomena alam pasang surut laut Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi kembali terjadi. Kali ini gelombanh tinggi membuat pesisir wilayah Palabuhanratu terus terjadi menerjang pesisiran. Sebagaimana diungkapkan SDM satgas Pemandu Keselamatan Wisata Tirta, Asep Edom, gelombang besar yang terjadi di pesisir pantai Palabuhanratu, khususnya pantai Citepus, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi sudah terjadi sejak empat hari yang lalu.

“Fenomena alam ini memang sudah terjadi emapat hari dengan gelombang tinggi,” ungkapnya. Jumat (8/5/20).

Sambung Asep Edom besarnya gelombang ombak di perkirakan sekitar 3- 4 meter, dengan waktu kejadian sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB dan sore hari sekitar pukul 17.00 WIB hingga menjelang malam.

“Belum ada dampak kerusakan signifikan akibat gelombang besar ini, hanya sebagian lesehan dari warung warung pinggir pantai pasirnya terkikis, antisipasi penyemlamatan sudah dilakukan,” jelasnya.

Masih kata Asep Edom, masyarakat di pesisir pantai Citepus, sudah dihimbau untuk tetap waspada, tidak panik karena kejadian gelombang besar yang terjadi saat ini menurutnya masih terbilang normal, hanya saja air laut bisa naik ke warung lesehan akibat kondisi pasir di pantai sudah terkikis tergerus ombak yang sudah terjadi sejak empat hari lalu.

“Sebenarnya ombak saat ini normal, hanya empat hari lalu emang besar dan mengikis pasir sehingga membuat area pantai landai dan saat ombak besar menerjang otomatis jaungkauanya jauh sampai 25 -50 meter dari bibir pantai,” terangnya.

“Warga berharap untuk segaer dibangunnkan tembok pemecah ombak atau joging track seperti di Balai Desa Citepus segera terlaksana agar saat terjadi ombak pasang dapat tertahan tembok,” pungkasnya.

Reporter: Ifan
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit
Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang
Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!
Tersandung Korupsi Rp394 Juta, Kasus Kades Neglasari Masuk Persidangan
Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis
Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak
Menteri Agus Andrianto Apresiasi Kebun Sayur Lapas Warungkiara Jadi Bekal Kemandirian Warga Binaan 
Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:15 WIB

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:46 WIB

Truk Hino Tabrak 4 Kendaraan di Cibadak, Sempat Mundur dan Hantam Mobil di Belakang

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:49 WIB

Dua Pemotor Tertabrak Kereta Pangrango di Benteng Sukabumi Meninggal Dunia, Ini Identitasnya!

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:58 WIB

Dua Pemotor Wanita Tertabrak Kereta di Benteng Sukabumi hingga Kritis

Rabu, 10 Juni 2026 - 13:33 WIB

Bikin Resah, Monyet Mulai Turun ke Pemukiman Warga di Parakansalak

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB