DLH Bergerak Cepat Tangani Pencemaran Air Laut di Pantai Karang Panganten Sukabumi

Rabu, 24 Juli 2024 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Air laut di objek wisata Pantai Karang Panganten, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, tercemar hingga berubah warna menjadi coklat pekat.

Tanggapan cepat dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi langsung terlihat kurang dari 24 jam setelah laporan ini tersebar.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Limbah DLH Kabupaten Sukabumi, Wiwin, bersama unsur terkait dan forkopimcam Ciracap segera menyambangi pesisir Pantai Karang Panganten. Kedatangan tim DLH turut didampingi oleh Forkopimcam Ciracap, Danpos Angkatan Laut, Danpos Ramil, aparatur desa Cikangkung, BPBD, dan pemerhati lingkungan.

Camat Ciracap, Iwan Muhdiawan yang hadir di lokasi, membenarkan kondisi air laut yang berubah warna menjadi coklat pekat. Dugaan awal penyebab pencemaran ini adalah tumpahan bahan bakar solar.

“Tadi kami bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup meninjau langsung ke lokasi. Dugaan sementara air tercemar bahan bakar solar. Tapi untuk lebih jelas harus dilakukan uji laboratorium,” ujar Iwan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo, menambahkan bahwa sampel air laut yang tercemar telah diambil untuk diperiksa lebih lanjut di Labkesda.

“Kedatangan Kabid Pengendalian Limbah itu untuk mengambil sampel air laut yang tercemar. Kita akan periksa di Labkesda. Memang air bau bahan bakar solar,” jelasnya.

DLH Kabupaten Sukabumi bertindak cepat untuk mengidentifikasi sumber pencemaran dan memastikan tindakan penanganan yang tepat. Selain mengambil sampel untuk uji laboratorium, tim DLH juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan bahwa langkah-langkah penanggulangan bisa segera dilakukan.

“Kami berupaya untuk memastikan bahwa pencemaran ini tidak berdampak lebih luas dan segera menemukan solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini,” ungkap Prasetyo.

Pantai Karang Panganten merupakan objek wisata yang mulai dikenal dan sering dikunjungi wisatawan. Posisinya yang satu hamparan dengan objek wisata Pantai Baru Panganten, Pantai Taman Pandan, Pantai Ujunggenteng, dan Pantai Cibuaya menjadikannya destinasi yang menarik. Kondisi air laut yang berubah warna ini menjadi perhatian serius karena berdampak pada kenyamanan dan keselamatan pengunjung.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Wabup Andreas Ajak Petani Gali Peluang Sesuai Kebutuhan Pasar
Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam
Kang Sule Tekankan Soliditas Panitia Jelang Pelantikan SMSI Sukabumi Raya
Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah
Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
DLH Prioritaskan Sampah di Jalan Protokol, Bupati Minta Pasukan Kuning Maksimalkan Layanan
Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:37 WIB

Wabup Andreas Ajak Petani Gali Peluang Sesuai Kebutuhan Pasar

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:29 WIB

Niat Rekreasi Berakhir Duka, Bocah 6 Tahun di Palabuhanratu Tak Tertolong Usai Tenggelam

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kang Sule Tekankan Soliditas Panitia Jelang Pelantikan SMSI Sukabumi Raya

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:53 WIB

Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:23 WIB

Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan

Berita Terbaru