Kebijakan Larangan Mudik yang Membingungkan Rakyat

Selasa, 5 Mei 2020 - 13:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Imas Sunengsih, SE

Mudik merupakan momen yang ditunggu oleh para perantau ketika hari raya lebaran Idul fitri itu tiba. Bisa berkumpul dengan keluarga di hari yang fitri sesuatu yang membahagiakan untuk setiap keluarga. Bagi para perantau bisa bertemu dengan sanak keluarga di kampung sekalipun hanya setahun sekali merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu. Berbagai kegembiraan saat mudik diungkapkan dengan berbagai cara di media sosial.

Namun, tahun ini menjadi lebaran yang berbeda di tengah kondisi pandemi yang melanda Indonesia. Saat ini pemerintah mengambil sebuah kebijakan untuk melarang mudik demi menekan laju penyebaran virus Covid 19. Pemerintah melarang mudik tetapi memperbolehkan pulang kampung. Sebuah kebijakan yang menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat khususnya para pemudik.

Menurut kamus KBBI mudik itu ya pulang kampung. Dari sini jelas jika mudik dilarang otomatis pulang kampung pun tidak boleh. Seharusnya ketika tujuan ingin menekan laju penyebaran virus Corona ini seharusnya membuat kebijakan yang tidak membingungkan masyarakat itu sendiri. Pemberian istilah yang simpang siur memberikan indikasi ketidakmampuan dalam berpikir secara jernih.

Dilansir dari Liputan 6.com “Setelah larangan mudik bagi ASN, TNI-Polri dan pegawai BUMN sudah kita lakukan pada minggu yang lalu, pada rapat hari ini saya ingin menyampaikan juga bahwa mudik semuanya akan kita larang,” kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Selasa 21 April 2020. (Liputan6.com/23/4/2020).

Pemerintah seharusnya ketika mengeluarkan larangan mudik harus disertai keberanian mengeluarkan anggaran untuk memberikan kompensasi kepada masyarakatnya.

Larangan mudik dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Pemenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19 yang ditandatangani Menhub Ad Interim, Luhut Binsar Panjaitan, pada 23 April 2020 (detik.com/29/4/2020).

Kondisi masyarakat saat ini seperti buah simalakama diam di perantauan tak bisa makan sementara pulang kampung mendapatkan hukuman. Seolah tak ada jalan keluar yang diberikan oleh penentu kebijakan hanya penelantaran yang diberikan. Tak ada jaminan kebutuhan pokok hidup masyarakat semakin gundah gulana. Pada akhirnya hanya menyisakan rasa putus asa yang berkepanjangan saja.

Jikalau mau berpikir jernih untuk memutuskan mata rantai virus ini tentu kedua istilah mudik dan pulang kampung seharusnya sama-sama dilarang karena membawa gelombang massa yang cukup banyak ke perkampungan . Tentu dalam hal ini kebutuhan pokok hidup masyarakat dipenuhi secara maksimal. Mudik dan pulang kampung tidak akan diambil oleh masyarakat bila semuanya nyaman dan dijamin segalanya.

Hal inilah yang menjadikan citra pemerintah dinilai mengalami penurunan. (katadata.co.id/26/04/2020).

Pandemi covid- 19 yang terus menelan korban serta ancaman kelaparan ikut menghantui para perantau menjadikan mereka nekad untuk pulang kampung atau mudik demi mempertahankan hidup yang kian tidak menentu. Hal ini terjadi akibat kebijakan PSBB yang telah memberatkan sebagian masyarakat kelas menengah ke bawah. Tidak adanya jaminan kebutuhan pokok hidup dari penguasa membuat sebagian masyarakat mengabaikan berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. (vivanews.com/26/04/2020).

Berbagai kebijakan yang diambil selama ini tidak tepat sasaran bahkan menimbulkan masalah bagi rakyatnya. Semua ini akibat sistem Kapitalisme yang diadopsi negeri ini yang mayoritas muslim. Sebuah sistem yang siap menghancurkan manusia hingga ke ranah terkecil.

Begitupun sosok penguasa yang mengadopsi sistem Kapitalisme akan melahirkan penguasa bermental pengusaha yang mengayomi rakyat pada saat ada keuntungan semata. Mengurusi urusan umat hanya pada skala untung dan rugi bukan karena pahala dan siksa. Maka tampillah sosok pemimpin yang tidak memiliki sikap negarawan sejati.
Sungguh miris.

Namun, rasanya mengharapkan sebuah kehidupan yang aman dan damai di negara yang mengadopsi sistem Kapitalisme rasanya sangat mustahil.

Padahal seorang pemimpin bertugas meriayah rakyatnya dengan menjamin kebutuhan pokok setiap anggota masyarakat. Sebuah kepemimpinan merupakan amanah yang akan di minta pertanggungjawabanya dunia dan akhirat.

نْ عَبْدٍ اسْتَرْعَاهُ اللَّهُ رَعِيَّةً فَلَمْ يَحُطْهَا بِنَصِيحَةٍ إِلاَّ لَمْ يَجِدْ رَائِحَةَ الْجَنَّةِ

Tidak seorang hamba pun yang diserahi oleh Allah untuk mengurusi rakyat, lalu tidak menjalankan urusannya itu dengan penuh loyalitas, kecuali dia tidak akan mencium bau surga (HR al-Bukhari).

Sosok pemimpin seperti ini hanya ada dalam sistem Islam yang menerapkan aturan Allah Swt. Bulan Ramadhan saat ini menjadi bulan perubahan untuk menjalankan Islam secara sempurna dari yang terkecil sampai yang terbesar, dari urusan individu sampai urusan negara yang di atur dengan syariat Islam.

Inilah yang dahulu dicontohkan oleh Amirul Mukminin, Umar bin Khaththab ra. Beliau mengantar pulang para urban dari suku Badui hingga selamat sampai tujuan. Kisah berkesan pada tahun ke-17 Hijriyah ini memberi pengajaran mulia bagi para pemimpin di era modern. Setelah sembilan bulan Madinah kedatangan para Urban dari pedalaman Badui, Sang Khalifah memerintahkan mereka untuk kembali, pulang kampung dan melakukan aktivitas di sana sebagaimana sebelum bencana kekeringan melanda.

Umar menerapkan protokol dan prosedur yang sempurna. Mulai dari menunjuk staf khusus untuk mengurus sarana dan prasarana. Menyediakan mode transportasi yang memadai, memastikan stok kebutuhan selama di kampung halaman aman hingga mereka dapat bekerja seperti sediakala.

“Jika Allah tidak menolong kami dari Tahun Abu ini, kami kira Umar akan mati dalam kesedihan memikirkan nasib Muslimin,” kesan penduduk Madinah yang diabadikan sejarah.

Wallahu a’lam bishshawab

Berita Terkait

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional
Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan
Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani
Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?
Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi
Dari Game ke Empati: Pengaruh Pembatasan Bermain Game Online terhadap Kecerdasan Emosional Anak
Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa
Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:27 WIB

Disclaimer! Pergeseran Gaya Hidup Modern: Antara Kemudahan Teknologi dan Meredupnya Nilai Tradisional

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Proklamasi 17 Agustus 1945 sebagai Sumber Legitimasi Hukum Nasional: Kajian Filsafat Hukum dan Teori Kedaulatan

Minggu, 28 Juni 2026 - 20:46 WIB

Di Mata Akademisi, Sosok Yandra Utama Pemuda Berani

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:29 WIB

Gizi Rakyat atau Gizi Oligarki?

Senin, 1 Juni 2026 - 11:52 WIB

Hari Lahir Pancasila Jadi Momentum Penguatan Semangat Membangun, Ini Pesan Ketua PWI Sukabumi

Berita Terbaru

PERISTIWA

Satu Keluarga Terjun ke Jurang di Ciemas, Ayah Meninggal Dunia

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:08 WIB

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam