RSUD R. Syamsudin S.H Ajak Waspadai Infeksi Virus Nipah

Selasa, 10 Oktober 2023 - 10:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Unit Organisasi bersifat khusus (UOBK) RSUD R. Syamsudin S.H atau dikenal RSUD Bunut mengajak warga pahami gejala virus Nipah.

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus yang merupakan virus RNA. Kelompok virus ini juga dapat menyebabkan penyakit lain, seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, virus Nipah memiliki karakteristik khusus yang membuatnya menjadi ancaman serius.

Penularan virus Nipah dapat terjadi ketika manusia bersentuhan langsung dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa seseorang bisa terinfeksi Virus Nipah melalui konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika daging tersebut dimasak kurang matang.

Setelah terinfeksi, virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4-14 hari sebelum gejala muncul, yang dapat bervariasi dari ringan hingga mengancam jiwa.

Gejala tersebut diantaranya demam,sakit kepala, nyeri otot, sesak nafas, sakit tenggorokan, batuk, dan peradangan otak (ensefalitis).

Kondisi ensefalitis yang disebabkan oleh virus Nipah dapat mengakibatkan gejala serius seperti mudah mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan disorientasi. Pada kasus yang parah, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan kematian.

Sebab itu jangan abaikan gejala virus Nipah. Angka fatalitas yang tinggi dikarenakan gejala yang tidak khas di awal sakit. Segera konsultasikan dengan tenaga medis jika mengalami gejalanya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030
Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala
Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Asep Japar Sah Nahkodai DPD Golkar Kabupaten Sukabumi 2025–2030

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Pria Tertemper KA Pangrango di Parungkuda Alami Luka di Kepala

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren

Berita Terbaru