JURNALSUKABUMI.COM – Ritual Ngabungbang yang dilaksanakan di muara Sungai Sukawayana, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi menjadi tradisi tak terpisahkan dari budaya masyarakat setiap awal bulan Rabiul Awal atau dikenal sebagai bulan Mulud.
Ngabungbang merupakan istilah yang merujuk pada ritual pembersihan diri yang dilakukan pada tengah malam, sekitar pukul 00.00 WIB. Tradisi ini memiliki makna yang mendalam bagi mereka yang menjalankannya.
“Ngabungbang itu sudah menjadikan suatu kebiasaan kita, karuhun kita, orang tua kita dulu kalau setelah melaksanakan maulid nabi itu kita selalu berangkat ke Sukawayana untuk melaksanakan acara ngabungbang, di sini intinya pembersih diri untuk melakukan ibadah kepada Allah,” ucap Yusriana, Ketua Padepokan Sabandar Karimadi Palabuhanratu, Minggu (1/10/2023).
Yusriana menyebutkan, pilihan sungai Sukawayana sebagai tempat tradisi ini, mengingat sudah dilakukan turun temurun dari leluhurnya. Bahkan, tidak hanya warga sekitar, melainkan luar Sukabumi pun kerap berdatangan.
“Sebetulnya tidak harus sukawayana, di mana saja juga bisa yang namanya bebersih itu. Tapi orang tua kita itu dulu biasanya melakukan acara ngabumbang di sukawayana. Jadi kita itu sebagai generasi akhirnya kita dibiasakan untuk bebersih di sana,” terangnya.
Pantauan dilapangan, puluhan orang dari berbagai kalangan berdatangan ke muara Sungai Sukawayana. Mereka sengaja datang pada tanggal 14 hingga 17 mulud untuk melakukan tradisi ngabungbang.
Selain padepokan Sabandar Karimadi Palabuhanratu, pada hari Jumat (29/9) kemarin banyak masyarakat dari berbagai daerah berdatangan. Bahkan dari Kabupaten Cirebon pun sengaja datang untuk melakukan tradisi Ngabungbang tersebut.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana






