Bappeda Klaim Sejak 2022 Kota Sukabumi Bebas Kawasan Kumuh

Senin, 18 September 2023 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menyampaikan kawasan kumuh di Kota Sukabumi telah berhasil dituntaskan dari 139,02 hektare kawasan kumuh yang ditetapkan sejak 2018-2023.

Kepala Bidang Pengendalian, Perencanaan dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Asep Supriadi menjelaskan, sejak tahun 2022, data kawasan kumuh di Kota Sukabumi sudah berhasil dituntaskan.

“Untuk kawasan kumuh, kalau kawasan kumuh berat sebenarnya sudah tidak ada, di 2018-2023 itu total luasan kumuh itu di angka 139,02 Hektar, dan ini ditetapkan oleh SK tahun 2015. Pada  2022 kawasan kumuh ini angkanya sudah nol sudah tidak ada lagi,” kata Asep.

Saat ini pihaknya memiliki target untuk pengentasan kawasan kumuh dengan kategori ringan yang tersebar di setiap kecamatan. Adapun kawasan kumuh yang dimaksud pada data setahun lalu itu merupakan kawasan kumuh dengan kategori berat.

“Sekarang tinggal kumuh yang ringan yang ditargetkan 3 tahun sudah selesai  selesai,” ungkapnya.

Dalam proses pengentasan kawasan kumuh di Kota Sukabumi, pihaknya menyiapkan sharing pembiayaan melalui anggaran yang sudah disediakan dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jabar dan daerah.

“Sebenarnya sudah ada konsep bagaimana rencana aksi penghapusan kekumuhan, kita ada konsep sharing pembiayaan pertama dari pusat, provinsi dan kota,” terang dia.

Lebih lanjut, adapun dalam penyalurannya, akan disalurkan melalui dana kelurahan pada  2023. Salah satunya untuk pengentasan kawasan kumuh kategori ringan tersebut.

“Melalui dana kelurahan, dana kelurahan itu tahun 2023 ini diarahkan salah satunya untuk pengentasan kekumuhan, jadi setiap kelurahan punya satu proyek percontohan dengan anggaran yang disesuaikan di setiap wilayahnya,” tutup dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: AA Rohman

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru