Skema Refocusing Anggaran Pemkab Sukabumi Tuai Sorotan, Dinilai Tergesa-gesa Umbar ke Publik

Sabtu, 18 April 2020 - 12:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Skema refocusing atau pergeseran APBD Kabupaten Sukabumi untuk penanganan covid-19 rencananya Rp 300 miliar. Namun skema tersebut belum membuahkan hasil, baru Rp 83 miliar. Hal tersebut menuai sorotan dari Juru Bicara (Jubir) Cemerlang Syndicate Ripal Rinaldi yang menilai, skema Pemkab Sukabumi sudah diumbar ke publik. Sehingga dikhawatirkan akan menjadi boomerang bagi Pemkab Sukabumi.

“Masyarakat diberikan hal yang tidak pasti, sehingga dikhawatirkan akan mejadi angin surga bagi masyarakat,” ungkap Ripal Rinaldi kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Ripal, dari beberapa skema masih terdapat kekurangan. Tapi isu itu sudah dilempar ke publik dan kalau sampai tidak terealisasi. Bisa buah simalakama.

“Ini bukti kegagalan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam komunikasi terhadap Publik dalam penanganan covid-19, malah hal ini dikhawatirkan akan menciptakan kegaduhan baru,” jelasnya.

Memang dalam skema yang beredar adalah kesehatan Rp 48 miliar, Bidang Sosial (Safety Net) Rp 230 miliar dan Ekonomi dan bidang terkait lainnya Rp 22 miliar. Dengan total Rp 300 miliar.

“Seharusnya saat bilang Rp 300 milair untuk kebutuhan, Pemda sudah tahu dari mana anggaran itu diambil dan untuk apa anggaran sebesar itu, rinciannya kan gak pasti. Berapa yang akan d berikan untuk setiap warga terdampak,” pungkasnya.

Reporter: Hendi
Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Berita Terbaru