DPRD Kota Sukabumi Mendorong Regulasi Jam Malam Antisipasi Kenakalan Remaja

Senin, 14 Agustus 2023 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Sukabumi mengkritisi kasus kenakalan remaja yang terjadi baru baru ini, bahkan sampai sebabkan korban jiwa.

Pihaknya mendorong agar pemerintah bersama aparat penegak hukum membuat regulasi atau aturan penerapan jam malam khususnya bagi pelajar.

Ketua Komisi III DPRD Kota Sukabumi Gagan Rachman Suparman mengatakan, aksi kenakalan remaja seperti tawuran seharusnya tidak terjadi baik di lingkungan sekolah, maupun di luar sekolah.

“Hari ini pihak sekolah harus bisa menekankan kepada setiap anak didiknya. Kalau begini terus jangan harap kalau sekolah (swasta) itu bisa mendapatkan anak sebanyak mungkin sesuai dengan harapan sekolah karena tidak bisa menjaga,” kata Gagan.

Gagan menuturkan, perlu ada satu pemahaman yang sama antara orangtua pelajar, guru, dan aparat penegak hukum dalam menangani masalah kenakalan remaja. Sehingga para pelajar dapat mengurungkan niatnya melakukan aksi melanggar hukum.

“Kan tujuannya untuk memperbaiki akhlak kemudian secara pengetahuan umum juga akan mengikuti. Nah harus dibuat satu momentum untuk dipertemukan dengan para pemangku kepentingan sekaligus dikumpulkan lah SMK-SMK atau pun SMA-SMA nya di salah satu tempat, orang tua muridnya, gurunya, kepala sekolahnya dipanggil dan di sana disaksikan oleh pihak aparatur hukum baik TNI maupun Polri,” ujarnya.

Selain itu, dia juga meminta agar orang tua dan guru saling bersinergi untuk mengatur dan memperhatikan jam kegiatan anak. Karena tak sedikit pelajar yang bergabung dengan kelompok berandalan atau melakukan bullying dan pemalakan.

Aturan jam malam atau pembatasan kegiatan malam hari, lanjut Gagan, bisa menjadi salah satu solusi. Seperti yang diterapkan di Garut, Jawa Barat.

“Bisa itu (jam malam) karena tugasnya hari ini memang tidak hanya orang tua. Orang tua memang paling utama karena anak berangkat dari rumah dititipkan ke sekolah, setengah hari dia belajar di sana,” ucapnya.

“Nah tugas yang hari ini diemban itu bukan hanya guru atau sekolah tapi aparatur hukum pun harus bisa menindaklanjuti itu agar bisa lebih disiplin anak-anaknya dan itu bisa mencontoh yang di Garut,” sambung dia.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: AA Rohman

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru