JURNALSUKABUMI.COM – Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri, mengapresiasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Unit Pengelola Zakat (UPZ) Kecamatan Waluran yang telah berhasil membangun gedung bersama keagamaan. Tujuan didirikan bangunan itu tiada lain untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sukabumi.
“Kami ucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada UPZ dan MUI kecamatan Waluran yang telah mendorong terwujudnya pembangunan gedung bersama keagamaan ini, walaupun prosesnya yang cukup panjang tapi dengan keyakinan kuat ini bisa terbangun,” kata Iyos.
Dia menambahkan, pembangunan bidang keagamaan sesuai dengan kebijakan pembangunan nasional yakni untuk menciptakan manusia berakhlak berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang esa.
“Dengan dibangunnya gedung ini, nilai keagamaan di kecamatan Waluran bisa lebih cepat, mudah dan bisa berakselerasi dalam kegiatan di masyarakat,” ujarnya.
Wabup berharap, gedung bersama keagamaan ini bisa dimanfaatkan dengan baik sehingga bisa mempertahankan nilai-nilai agama dan budaya di Kabupaten Sukabumi.
Sementara itu Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Waluran, Hasan Bisri menjelaskan, bangunan bersama keagamaan ini di didirikan sejak tahun 2015 dengan hasil dari infak, sedekah dari berbagai lapisan.
“Tahun 2018 pembangunan ini sempat tertunda namun ditahun 2020 mulai berjalan lagi dan alhamdulillah hari ini diresmikan,” jelasnya.
Gedung keagamaan ini Kata Hasan, akan mewadahi beberapa organisasi keagamaan diantaranya, UPZ, MUI, IPHI, DMI dan LPTQ.
“Gedung ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kecamatan Waluran, karena itu kami ingin menciptakan generasi bangsa yang khotmil Quran,” ucapnya.
Sementara itu, Camat Waluran Ali Murtado menambahkan, di gedung tersebut banyak sekali aktivitas keagamaan masyarakat kecamatan Waluran yang dilakukan antara lain pengajian rutin mingguan dan aktivitas keagamaan lainnya.
“Aktivitas keagamaan di kecamatan Waluran ini sangat meningkat, bahkan di setiap kecamatan dan desa setiap bulannya melaksanakan kegiatan majlis taklim aparatur,” jelasnya.
Masih kata Ali, apalagi saat ini pihaknya tengah mendorong peraturan Bupati tentang komunitas tilawah 30 juz yang sudah berjalan di tingkat kecamatan Waluran yang meliputi enam desa bahkan tingkat RT dan RW.
“Kalau kita kalkulasikan hampir setiap malam ada khotmil Quran, bahkan kita memiliki tekat ingin menciptakan moto Kecamatan Waluran yang khatmil Alquran,” tuturnya.
Redaktur: Usep Mulyana












