JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi menyebut, mulai Januari 2023, seluruh Linmas, RT dan RW serta Kader Posyandu sudah terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.
Demikian disampaikan Fahmi, saat menghadiri Musrenbang Tingkat Kecamatan Cikole, Kamis (2/2/23).
“Alhamdulillah, RT dan RW yang sudah terlindungi BPKS Ketenagakerjaan berjumlah 1931 orang, Linmas 1045 orang dan Kader Posyandu 3074 orang. BPJS Ketenagakerjaan ini bukan hanya bagi yang meninggal dunia saja,” kata Kang Fahmi.
Dia menambahkan, dukungan yang diberikan kepada pemerintah daerah menghadirkan berbagai pembangunan yang sesuai dengan target dan percepatannya.
Kecamatan Cikole kata politisi PKS tersebut, termasuk salah satu wilayah yang paling banyak mendapatkan sentuhan-sentuhan dalam program pembangunan. Kenapa karena harus didahulukan mempercepat infrastruktur.
“Kemarin dilakukan uji coba sudah di jalankan pembukaan tol segmen kedua Bocimi. Nanti di Maret akan diresmikan tol Bocimi seksi kedua, dan sekarang informasi yang didapatkan sudah berlanjut pembangunannya di seksi ketiga. Diharapkan sebelum Februari 2024, segmen ketiga ini sudah selesai pembangunannya,” jelasnya.
Fahmi juga menyampaikan, tema pembangunan 2024 adalah meningkatkan kondusifitas kota untuk keberlangsungan pembangunan. Tema tersebut, sudah disampaikan kepada kecamatan dan kelurahan agar 2024 berbagai perencanaan pembangunan mengedepankan kondusifitas wilayah.
“Tidak bisa dipungkiri 2024 mulai Januari sampai Desember seluruhnya adalah bulan politik. Di awali pemilihan legislatif, Pilpres, DPR RI, DPRD Provinsi dan Kota Kabupaten.
“Tanggal 14 Februari, diperkirakan selesai Mei tahapannya untuk Pileg. Langsung di Mei itu, tahapan pemilihan gubernur, bupati dan wali kota dan 27 Nopember Pilgub Sehingga Januari hingga Desember benar-benar bulan politik,” ungkapnya.
Untuk itu kata dia, kondusifitas wilayah sangat diperlukan. Tidak mungkin membangun kalau tidak kondusif. Perbedaan pilihan, aspirasi jangan sampai mengorbankan kepentingan masyarakat banyak.
Ada tiga prioritas pembangunan di 2024 mendatang. Peningkatan kondusifitas kota Optimalisasi sektor perdagangan dan jasa , peningkatan kualitas pelayanan publik dengan peningkatan budaya kreatif dan inovatif.
“Dari tiga ini yang utama nanti dipecah dalam program, sub program lainnya. Rembug warga, pra Musrenbang, dan pleno Musrenbang, yang hari ini dilaksanakan mampu dan mencerminkan prioritas pembangunan tahun 2024,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana











