Polisi dan Dinkes Kab Sukabumi Temukan Apotek Jual Obat Sirup ‘Terlarang’ di Cisaat

Senin, 24 Oktober 2022 - 13:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Petugas gabungan terdiri dari kepolisian Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, dan Dinas kesehatan melalui Puskesmas Cisaat menyusuri sejumlah apotek yang berada di wilayah Cisaat khususnya dekat dengan Pasar Modern Cisaat, Senin (24/10/2022).

Kapolsek Cisaat, AKP Deden Sulaeman, mengatakan dari hasil pemeriksaan tiga apotek yang ada di wilayahnya masih ditemukan adanya yang menyimpan obat sirup.

“Dari tiga titik yang kita lakukan pengecekan dan himbauan, ditemukan satu apotek yang masih menyimpan obat sirup yang dilarang oleh kementrian kesehatan sebanyak 12 botol,” ujarnya, kepada Jurnalsukabumi.com usai melakukan himbauan dan edukasi di wilayah Cisaat.

Hasil temuan tersebut, kata Deden, sesuai aturan dari Kementrian Kesehatan dan petunjuk Puskesmas, obat akan diretur kepada distributor.

“Sementara sanksinya diberikan surat pernyataan untuk tidak menyimpan dan mejual obat tersebut, sebelum adanya keteangan resmi pemerintah,” tuturnya.

Terkait kegiatan tersebut, pihaknya memberikan himbauan dan edukasi terhadap Apotek ataupun penjual obat di wilayah cisaat dengan adanya dari kementrian kesehatan mau pun surat edaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi terkait obat syrup anak.

“Sifatnya himbauan dan edukasi, untuk diamankan terlebih dahulu oleh pihak optek dan tidak dijual sebelum ada keterangan resmi pemerintah berdasarkan undang-undang yang berlaku,” pungkas Deden.

Kepala Puskesmas Cisaat, Dedi Setiadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan himbauan dan pemantauan saja terkait obat syrup yang dilarang berdasarkan kemetrian kesehatan.

“Ini sifatnya bukan razia, tapi himbauan dan edukasi kepada Apotek atau pun penjual obat syrup,”

Dedi menyebut ditemukannya ada obat yang masih disimpan di salah satu apotek, merupakan kiriman distributor sebelum adanya pelarangan edar dari kementrian kesehatan.

Ketiga obat yang dilarang tersebut, yakni Uni Baby Cogh Sirop, Uni Baby Demam Sirop, dan Uni Baby Demam Drop.

“Obat itu akan diretur kembali kepada distributor dan mereka akan lebih safety (aman) tidak menyimpan dan memajang himbauan,” ungkap Dedi.

Reporter: Ifan | Redaktu: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran
Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes
Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:48 WIB

Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:03 WIB

Kasepuhan Ciptamulya Terbakar Hebat, Rumah Adat hingga Permukiman Ludes

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Berita Terbaru