Anak Aniaya Ibu Kandung di Cidahu Hingga Pendarahan di Kepala, Begini Kronologinya

Rabu, 12 Oktober 2022 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Seorang ibu di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi mengalami luka pendarahan di bagian kepala usai dianiaya anak kandungnya. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit untuk penanganan tim medis.

Insiden itu dialami Kesih (57), warga Desa Pondokaso Tonggoh, Kecamatan Cidahu, Selasa (11/10/2022). Ia didorong oleh anaknya, M (42), hingga kepalanya terbentur tembok.

“Jadi itu bukan di bacok. Kejadian sebenarnya M mendorong ibunya hingga terbentur tembok dan menurut laporan dari keluarga, M memiliki riwayat gangguan jiwa,” ujar Hendi, Kepala Desa Pondokaso Tonggoh, Rabu (12/10/2022).

M terpancing emosi setelah ibunya melarang M untuk mencuci beras. Sang ibu beralasan saat itu sudah ada nasi yang siap dimakan.

“Mungkin karena memiliki riwayat gangguan jiwa, emosinya jadi tidak terkendali,” kata Hendi.

Sementara itu, Kapolsek Cidahu, Iptu Ahmad Suryana Bande melalui Kanit Reskrim Polsek Cidahu, Aipda Hersan mengatakan, sempat beredar informasi hoaks terkait peristiwa ini. Dalam informasi yang tersebar di media sosial dan whatsapp, Kesih disebut dibacok oleh anaknya.

“Kami pastikan tidak ada pembacokan atau penganiayaan. Melainkan adanya dorongan fisik kepada korban sehingga terbentur ke tembok dan mengalami luka di bagian kepala,” ungkapnya.

Setelah melalui koordinasi dengan pihak keluarga serta Puskesmas Cidahu, M yang mengalami gangguan jiwa akan dibawa ke RS Cilendek di Bogor untuk diobati. Selama ini, M tengah menjalani pengobatan rutin di RS Bhakti Medicare.

“Adapun upaya yang dilakukan oleh Pemdes Pondokkaso Tonggoh dan Polsek Cidahu serta Dinas Kesehatan, yakni sudah berupaya untuk melakukan tindakan persuasif untuk membawa ODGJ tersebut ke RS Cilendek agar mendapatkan pengobatan,” pungkasnya.

Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru