JURNALSUKABUMI.COM – Ambulans adalah kendaraan yang kerap dikemudikan dengan kecepatan di atas rata-rata jika dalam kondisi darurat. Keberanian dan kepiawaian dalam mengemudi menjadi beberapa diantara syarat utama yang harus dipenuhi oleh sopir ambulans. Tak heran jika sesuai kriteria tersebut, kaum laki-laki mendominasi profesi sopir ambulans.
Namun siapa sangka, ada pula sopir ambulans dari kalangan perempuan. Dia lah Cucu Sumiati, satu-satunya wanita yang berprofesi sebagai sopir ambulans di Kabupaten Sukabumi.
Wanita 50 tahun ini sudah empat tahun menggeluti profesi sebagai sopir ambulans Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara. Bukan kaleng-kaleng, Cucu yang merupakan warga Kampung Sukaresmi, Desa Bojongkerta ini sudah memiliki sertifikat khusus driver ambulans yang dikeluarkan oleh Polres Sukabumi.
“Kalau SIM ya jelas harus punya. Saya juga sudah ikut tes dan dapat sertifikat khusus untuk driver ambulans,” kata Cucu kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (2/10/2022).
Cucu mengakui menjadi seorang driver ambulans bukan hal biasa bagi seorang perempuan. Perlu keterampilan khusus dalam mengemudi, yang kebanyakan kemampuan tersebut dimiliki kaum laki-laki.
“Beda dengan bawa mobil biasa. Kita sering dituntut untuk secepatnya sampai ke tujuan, tentunya harus lebih hati-hati dan cekatan. Makanya ada sertifikasi khusus dari kepolisian,” tutur janda satu anak ini.
Sering Dibangunkan Tengah Malam dan Antar Jenazah ke Luar Kota
Bagi seorang Cucu Sumiati, menjadi seorang driver ambulans adalah panggilan hati. Ia ingin turut membantu orang dengan caranya sendiri.
Cucu mengaku ikhlas bekerja 24 jam demi orang yang membutuhkan bantuannya. Tak heran, jika Cucu sering dibangunkan tengah malam untuk mengemudikan mobil ambulans.
“Kalau misalkan handphone saya mati, warga yang butuh bantuan datang kerumah,” ujarnya
Cucu yang kini masuk anggota Perkumpulan Unit Ambulance Sukabumi (PUAS) tersebut mengaku punya banyak pengalaman selama bertugas. Tak cuma mengantar ke dokter atau rumah sakit, Ia juga pernah mengantar atau menjemput jenazah hingga ke luar kota.
“Di Kabupaten Sukabumi perempuan driver ambulans hanya ada satu yaitu saya. Pernah nganter jenazah itu paling jauh ke Cirebon, Karawang, Anyer, dan Tasik,” paparnya
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












