JURNALSUKABUMI.COM – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sukabumi menggelar kampanye penolakan kenaikan BBM di titik keramaian pusat Kota Sukabumi, di depan Gedung Juang 45 Jalan, Jalan Veteran II, Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole, pada Minggu (11/9/2022).
Kader dan Pengurus PKS Kota Sukabumi pun secara serempak turun ke jalan mengikuti flashmob, membentangkan spanduk penolakan kenaikan harga BBM.
Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Sukabumi, Lukmasyah, mengatakan, keputusan pemerintah itu sangat berdampak. Apalagi, ekonomi nasional belum sepenuhnya pulih pasca pandemi covid-19.!
“Ini tiba-tiba pemerintah menaikan harga BBM, kita melihat kebijakan ini sangat tidak tepat,” ujarnya, kepada Jurnalsukabumi.com.
Pemerintah dengan 77 tahun merdeka begitu semangat ingin membangkitkan ekonomi pulih. Namun, kata Lukmansyah, pemerintah memberikan kado yang sangat kejam dengan menaikkan harga BBM kisaran 30 persen.
“Tentu ini sangat mengkhawatirkan masyarakat, harga pasti merangkak naik, daya beli rendah, sehingga sulit untuk ekonomi pulih. Yang ada malah akan inflasi,” ucap dia.
Atas kebijakan ini, pihaknya mendesak pemerintah untuk merombak jajaran petinggi Pertamina. Juga perlu ada transparansi dalam pengelolaan anggaran subsidi BBM.
“Kita secara tegas menolak kenaikan BBM ini. Baik secara lembaga partai maupun kita fraksi di DPRD,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor












