Pertalite Dominasi Penjualan BBM di SPBU Batu Sapi

Selasa, 31 Mei 2022 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batu Sapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi masih mendominasi.

Terjadi migrasi penggunaan BBM dari pertamax ke pertalite yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan kenaikan harga pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter turut berpengaruh pada tingkat konsumsi.

“Ada lonjakan harga selama ini, dan selisihnya pun jauh. Pertamax Rp 12.500, Pertalite Rp 7.650 membuat antrean pertalite lebih dominan,” ujar Manager SPBU Batu Sapi Heri Prasetya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (31/5/22).

Heri tak memungkiri, banyak konsumen pertamax memang migrasi untuk pindah memakai pertalite. Meski memiliki kadar oktan lebih rendah (RON 90), tapi harga jualnya juga lebih irit yaitu Rp 7.650 per liter.

“Kita tidak bisa memaksakan kendaraan harus ke pertamax, namun kami menghimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai dengan kriteria masing-masing kendaraannya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, selama masa satgas lebaran dari mulai H-7 hingga H+7 lebaran 2022, penjualan bahan bakar minyak terlihat jelas perbandingannya. Penjualan pertalite lebih tinggi sekitar 50 persen dibanding stok pertamax.

“Konsumsi Pertalite memang jauh mendominasi, namun pasar pertamax segmentasi cenderung tetap bertahan,” terangnya.

Diketahui, PT Pertamina (Persero) baru saja menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 perliter per tanggal 1 April 2022.

Kenaikan harga Pertamax tersebut merupakan dampak kenaikan harga minyak dunia yang sudah sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga minyak dunia tahun 2021, ditambah persoalan konflik Rusia-Ukraina yang belum juga selesai hingga embargo yang dilakukan negara Barat terhadap produk migas milik Rusia.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali
Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab
US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu
Kades di Ciemas Berada di Satresnarkoba, Kapolres: Masih Dalam Penyelidikan
Ketegangan Warnai Penataan Trayek di Terminal Benda, Sopir Angkot 02 Tolak Aturan Sepihak!
Belum Kantongi Izin, Pembangunan Alfamart Ditegor Satpol PP Cibadak

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:07 WIB

327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:01 WIB

Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:20 WIB

Rp8,4 Miliar Hak Buruh Belum Dibayar, PT Wilton dan BBP Didesak Bertanggung Jawab

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:09 WIB

US Oknum Kades Tamanjaya Ciemas Positif Narkoba, Polisi Ungkap Barang Bukti Alat Hisap Sabu

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB