JURNALSUKABUMI.COM – Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Batu Sapi, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi masih mendominasi.
Terjadi migrasi penggunaan BBM dari pertamax ke pertalite yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan kenaikan harga pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 per liter turut berpengaruh pada tingkat konsumsi.
“Ada lonjakan harga selama ini, dan selisihnya pun jauh. Pertamax Rp 12.500, Pertalite Rp 7.650 membuat antrean pertalite lebih dominan,” ujar Manager SPBU Batu Sapi Heri Prasetya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (31/5/22).
Heri tak memungkiri, banyak konsumen pertamax memang migrasi untuk pindah memakai pertalite. Meski memiliki kadar oktan lebih rendah (RON 90), tapi harga jualnya juga lebih irit yaitu Rp 7.650 per liter.
“Kita tidak bisa memaksakan kendaraan harus ke pertamax, namun kami menghimbau masyarakat agar menggunakan BBM sesuai dengan kriteria masing-masing kendaraannya,” tuturnya.
Ia menjelaskan, selama masa satgas lebaran dari mulai H-7 hingga H+7 lebaran 2022, penjualan bahan bakar minyak terlihat jelas perbandingannya. Penjualan pertalite lebih tinggi sekitar 50 persen dibanding stok pertamax.
“Konsumsi Pertalite memang jauh mendominasi, namun pasar pertamax segmentasi cenderung tetap bertahan,” terangnya.
Diketahui, PT Pertamina (Persero) baru saja menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dari Rp 9.000 per liter menjadi Rp 12.500 perliter per tanggal 1 April 2022.
Kenaikan harga Pertamax tersebut merupakan dampak kenaikan harga minyak dunia yang sudah sangat tinggi jika dibandingkan dengan harga minyak dunia tahun 2021, ditambah persoalan konflik Rusia-Ukraina yang belum juga selesai hingga embargo yang dilakukan negara Barat terhadap produk migas milik Rusia.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Mohammad Noor












