JURNALSUKABUMI.COM – Elsa Julianti (16), asal Sukalarang, Kabupaten Sukabumi dikabarkan hilang dalam tiga hari terakhir ini. Informasinya, santriwati di salah satu pondok pesantren wilayah Kecamatan Sukalarang itu terakhir diketahui saat naik angkutan kota (angkot).
Hal itu diungkapkan oleh keluarganya Junaedi dan Ati (39), orang tua dari Elsa. Buah hatinya itu merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Kata Junaedi, dirinya mendapat kabar kehilangan tersebut melalui teman putrinya.
“Anak saya dari rumah mau berangkat ke pondok pesantren dan sekolahnya. Nah pagi pukul 06:42 WIB, dia naik angkot yang diantar dari rumah pakai motor sama uwanya,” kata Junaedi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (25/5/2022)
Lebih lanjut Junaedi menambahkan, dirinya mendapat keterangan dari teman anaknya, bahwa Elsa sempat memberi kabar dan meminta pertolongan.
“Di angkotnya mungkin dia sempat WhatsApp-an sama temennya bahwa angkot tersebut gak mau berhenti, padahal sudah di stop-stop dan ada kata minta tolong. Tapi angkotnya gak mau berhenti katanya,” jelasnya.
Lanjut Junaedi, mobil angkot yang ditumpangi putrinya tersebut merupakan trayek jurusan Sukalarang-Sukaraja. “Angkot ke arah Sukaraja. Dari gekbrong tujuannya pesantren di Ciburial. Dia mondok sekaligus sekolah,” tutur dia.
Sementara, sampai kabar tersebut disampaikan, hingga saat ini nomor telepon milik Elsa masih tidak dapat dihubungi. “Nah sampai sekarang Chattingan putus dan Hpnya enggak aktif,” ungkapnya.
Di waktu yang sama, Ati, ibunda Elsa menuturkan, jika anaknya tidak mempunyai masalah apa pun di keluarga. Karena dia mondok, kemarin itu Elsa pulang dulu ke rumah untuk mengambil barang, perlengkapan dan Senin paginya berangkat.
“Dia mah kalau mau apapun juga suka diturutin sama ayahnya, kalau masalah deket sama cowok atau cewek kita tidak tau. Karena anak saya itu kan tidur di pesantren,” sambungnya.
Kedua orang tua Elsa sudah berusaha mencari keberadaannya, namun hingga saat ini belum membuahkan hasil. Bahkan sudah melapor ke Polsek Sukalarang.
“Ke temennya kita tanya gak ada, ke gurunya juga tidak ada. Pas hari Senin itu jam 08:00 WIB ke saya juga ada nelpon tapi ga ke angkat, terus ke gurunya juga sempat nelpon dan sama katanya minta tolong dia lagi di angkot. Terakhir Elsa pakai baju hitam, rok hitam dan kerudung hitam bawa tas yang isinya perlengkapan pesantren,” tuturnya.
Sementara, keterangan dari Polsek Sukalarang, AKP Asep Jenal Abidin menyampaikan pihaknya telah menyelidiki kasus kehilangan remaja tersebut. “Sementara, sedang dalam penyelidikan,” tandasnya.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan












