Warga Antusias Saksikan Karnaval Putri Nelayan hingga Larung Saji di Palabuhanratu

Sabtu, 21 Mei 2022 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setelah dua tahun terhenti akibat pandemi Covid-19, gelaran syukuran Hari Nelayan kembali dihelat di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (21/5/2022).

Tahun ini, peringatan hari nelayan ke-62 dilaksanaka secara terbatas, putri nelayan yang terpilih pada 2020 lalu akhirnya diarak.

Arak-arakan alias karnaval yang biasanya diarak dari Pendopo Palabuhanratu, Jalan Siliwangi sampai ke Dermaga. Hari ini, hanya dilakukan dari area Dermaga 1 sampai Dermaga 2 Palabuhanratu.

Meskipun dilakukan terbatas, antusiasme warga terlihat seperti dilakukan arak-arakan dari pendopo ke dermaga yang terjadi pada tahun sebelum Covid-19.

Warga terlihat berbondong-bondong menyaksikan dan mengikuti langsung arak-arakan. Mereka pun nampak mengabadikan momen tahunan ini.

Putri Nelayan, Silvana Yunita terlihat anggun dan cantik didampingi sang raja diarak dari Dermaga 1 ke Dermaga 2.

Diketahui, di acara puncak peringatan hari nelayan ke-62 Palabuhanratu ini akan dilaksanakan upacara adat yang dihadiri Wakil Bupati Sukabumi, Iyos Somantri dan sejumlah pejabat Forkopimda.

Lalu, akan dilaksanakan santunan jompo dan yatim dan diisi di puncak acara dengan larung saji, tabur lobster dan pagelaran seni budaya.

Sebelumnya, Ketua Panita Hari Nelayan ke-62, Sep Radi Priadika mengatakan, puncak acara dilaksanakan pada 20 Mei 2022. Diisi dengan tradisi larung saji dan karnaval putri nelaya.

“Di acara puncak hari ini melaksanakan larung saji, apakah dengan kerbau, baby lobster atau benur, apakah tukik atau mungkin bisa saja semuanya,” singkatnya.

Reporter: Apip | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 
Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap
Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas
Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan
Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara
Pantai Karang Pamulang Dinilai Kian Kumuh, Wisatawan Asing Batalkan Pesanan Hotel 
Gerakan Wakaf 1 Juta Al-Qur’an Jadi Ikhtiar Perluas Syiar Islam di Sukabumi
Terminal Tipe B Palabuhanratu Jadi Potret Buram Infrastruktur Penyangga Wisata Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:13 WIB

Fakta! Laut Sukabumi Lebih Dekat ke Pulau Christmas Australia Ketimbang Banyuwangi 

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:02 WIB

Jelang Akhir Libur Panjang, Arus Kendaraan Exit Tol Parungkuda-Sukabumi Padat Merayap

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:41 WIB

Dua Perusahaan Tambang di Sukabumi Didesak Bertanggung Jawab, Hak Ratusan Pekerja Belum Tuntas

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:50 WIB

Palabuhanratu Identik Kota Ikan, Kini Nelayan Justru Makin Sulit Mendapat Tangkapan

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:19 WIB

Perairan Sukabumi Diawasi Ketat Tangkal Migran Gelap hingga Kejahatan Lintas Negara

Berita Terbaru