JURNALSUKABUMI.COM – Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi, membuka kegiatan Pelatihan Usaha Pengelolaan Homestay dan Pondok Wisata, yang di gelar di Hotel Taman Sari, Kota Sukabumi pada Selasa (17/5/2022).
Pelatihan itu akan berlangsung selama tiga hari hingga 19 Mei mendatang. Turut hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut Kepala Disporapar Kota Sukabumi Tejo Condro Nugroho.
Kang Fahmi mengatakan, pelatihan Homestay dan Pondok Wisata bertujuan menciptakan standarisasi pengalaman ekonomi yang baik kepada warga dengan pelayanan terbaik.
“Pelatihan ini terus digencarkan dan bersyukur karena mengundang pengelola homestay atau pondok wisata,” jelas Fahmi.
Menurutnya, wisata adalah salah satu potensi perkembangan percepatan yang masuk dalam kategori tujuh ekonomi baru pasca pandemi.
“Ada tujuh ekonomi baru pasca pandemi salah satunya pariwisata. Di mana setelah pandemi ingin tetap sehat dan senang dengan berwisata meskipun wisata sederhana,” terang Fahmi.
Lebih lanjut kata Fahmi, wisata di Sukabumi kerap kali memunculkan kemacetan jalan. Kendati demikian, masyarakat luar Sukabumi tetap ingin berwisata. Terlebih setelah dicek okupansinya tinggi. Tidak jarang, warga misalnya ingin wisata ke kabupaten. Tetapi mereka menginap dan membeli oleh-oleh di kota.
Ia pun menuturkan, kota perlu berbenah memperbaiki pelayanan diantaranya melalui Homestay dan Pondok Wisata ini. Fahmi menekankan, selain itu ada yang perlu diperhatikan yakni keramahtamahan yang akan dikenal oleh warga luar.
“Dalam city branding dikenal konsep pengalaman ekonomi, yang mana menentukan wisatawan kembali berkunjung ke satu wilayah. Karenanya, pelayanan harus terstandarisasi dengan baik misalnya seperti perbankan,” imbuh Fahmi
“Harapannya standarisasi homestay dan pondok wisata dapat diperbaiki, khususnya untuk pelayanan. Agar lebih baik dari waktu ke waktu.” Pungkasnya.
Sebagai informasi, pelatihan itu diikuti oleh 40 orang pengelola Homestay dan Pondok Wisata dengan pelatihan di dua lokasi yakni, Hotel Taman Sari dan Aku Cantik Villa.
Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor












