Puluhan Petani Gunungkramat Laporkan Kasus Tanah ke Kejaksaan

Rabu, 16 Maret 2022 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Puluhan petani di Desa Gunungkramat, Kecamatan Cisolok melaporkan kasus dugaan penggelapan pembayaran pajak tanah ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sukabumi, Rabu (16/03/2022).

Pantauan jurnalsukabumi.com, sejak pukul 11.00 WIB, sedikitnya 30 petani sudah tiba di pintu gerbang Kantor Kejaksaan yang beralamat di Jalan Raya Katang Tengah No 456, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

Tak menunggu lama, kedatangan mereka (petani,red) langsung disambut Kajari Kabupaten Sukabumi, Bambang Yunianto melalui Kepala Seksi Intelijen, Aditia Sulaeman dan menerima berkas laporan tersebut.

“Hari ini kita kedatangan masyarakat Gunungkramat yang melaporkan terkait permasalahan pertanahan di wilayahnya,” ujarnya.

Lanjut dia, dengan adanya pelaporan tersebut membuktikan kepercayaan masyarakat terhadap Korps Adhiyaksa di Sukabumi. Adapun, disinggung lebih lanjut terkait poin-poin pelaporan apa saja, dirinya mengaku, tidak bisa menyebutkan saat ini.

“Ini ¹bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kejaksaan. Dan kita tidak bisa menyampaikan secara gamblang seperti apa, yang jelas ini terkait permasalah tanah dan pajak,” tandasnya.

Sementara itu, Alansyah Perwakilan Petani Gunungkramat menjelaskan, kedatangan para petani ini tidak lain mengenai pelaporan terkait dugaan penggelapan uang pajak tanah di wilayahnya.

“Kita berangkat dari Gunungkramat untuk mengadukan keterkaitan dugaan penggelapan pembayaran pajak tanah. Awalnya, persoalan ini diketahui, saat kita melakukan cek secar online akan pajak yang sudah dibayarkan selama ini. Namun, hasilnya masih ada tunggakan,” sambungnya.

Dari soal itu, pihaknya langsung mengecek satu persatu dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) secara online. Dan hasilnya memang semua masih nunggak.

“Sejak 2021 dari 300-400 SPPT yang sudah dicek, ternyata semua masih nunggak, padahal masyarakat sudah membayarkannya. Kita juga serahkan bukti fisik yang dilaporkan sekitar 70 lembar,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru