JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, kembali menggarap program penguatan Desa Tangguh Bencana awal tahun ini. Kegiatan yang bertujuan sebagai bentuk pola menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap segala bentuk bencana ini, digelar di Aula Desa Gede Pangrango Kecamatan Kadudampit, Kamis (13/02/20).
“Kami akan berupaya memaksimalkan dan peran masyarakat melalui konsep Desa Tanggung Bencana. Adapun kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, dari mulai tanggal 12-14 Februari,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan bencana BPBD Kabuapten Sukabumi, Arianja Hasbulwafi kepada Jurnalsukabumi.com.
Melalui konsep ini kata Ari, peran serta masyarakat akan kesadaran terhadap segela bentuk bencana akan mulai terbangun. “Saya yakin betul dengan konsep ini, bencana mudah teratasi karena masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kemampuan,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sukabumi, Agung Koswara berharap desa-desa se Kabupaten Sukabumi memiliki relawan peduli bencana menuju konsep desa tangguh bencana.
Keberadaan Desa Tangguh Bencana ini juga dibentuk, melalui beberapa tahapan, diantaranya mulai dari pratama madya dan utama.
“Dari total 381 desa se Kabupaten Sukabumi ini, baru ada 38 desa tangguh bencana. Kegiatan ini juga tidak lain untuk mengoptimalkan dan menanmkan pengetahuan dan keilmuan masyarakat dalam menghadapi segala persoala bencana dari mulai pemetaan, pencegahan hingga proses penanggulanan,” sambung Agung.
Sementara itu, Kepala Desa Gede Pangrango, Asep Badrutamam mengapresiasi kegiatan program penguatan desa tangguh bencana digelar di wilayahnya. “Kami, merasa bangga karena warganya kembali mendapat perhatian BPBD. Tentunya, kami sangat antusias mengikuti kegiatan ini,” singkatnya.
Reporter : Hendi
Redaktur : Ujang Herlan












