JURNALSUKABUMI.COM – Pramuka Peduli Kwartir Cabang atau Kwarcab Kabupaten Sukabumi menilai kasus kecelakaan laut di Pesisir Pantai Selatan Sukabumi harus menjadi perhatian bersama.
Berbagai antisipasi perlu dilakukan sejak saat ini. Apalagi, Pantai Sukabumi merupakan salah satu daerah yang menjadi buruan para wisatawan lokal maupun luar Sukabumi.
Hal ini disampaikan, Ketua Pramuka Peduli Kwarcab Kabupaten Sukabumi, Prasetyo saat bertandang ke Kantor PT. Media Jurnal Sukabumi tepatnya di Perum Bukit Randu Asri, Blok K, Nomor 14, RT 07/ 22 Kelurahan/ Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/02/2022).

Pria yang juga menjabat Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Sukabumi ini mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun, kasus kecelakaan laut tahun 2020 sebanyak 38 kejadian dan 2021 sebanyak 27 kejadian.
Dari total tersebut lanjut dia, kejadian korban meninggal dunia akibat laka laut tahun 2020 sebanyak 24 orang dan 2021 sebanyak 16 orang.
Sementara untuk korban hilang tahun 2020 sebanyak 11 orang dan tahun 2021 sebanyak 2 orang. Korban selamat dalam kecelakaan laut tahun 2020 sebanyak 46 orang dan 2001 sebanyak 28 orang yang selamat.
“Kejadian ini harus menjadi perhatian bersama. Jangan sampai ada kasus terjadi kembali. Ya, minimal mulai diantisipasi sejak saat ini,” kata Prasetyo.
Salah satunya, kata dia, Pramuka Peduli berinisiasi untuk mengadakan pelampung secara ‘patungan’ dari tiap pengusaha perhotelan yang ada di sekitar obyek wisata pantai. Teknisnya, pelampung diberikan dan dikelola oleh para pedagang kaki lima di area wisata dengan menarif sewa bagi wisatawan yang murah.
“Saya ingin mencoba mengetuk para pengusaha untuk mendonasikan dan mengumpulkan pelampung. Dan diwajibkan bagi para wisatawan untuk menggunakan pelampung ini jika berniat berenang di laut. Ya, soal harga sewa misalnya Rp. 2000. Yang penting wisatawan wajib menggunakan alat pelindung ini,” jelasnya.
Organisasi yang dibawahi Ketua Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Marwan Hamami ini optimis, jika kesadaran wisatawan untuk menggunakan pelampung saat berenang bisa meminimalisir angka kasus kecelakaan laut. Dan berencana akan membentuk Scout Ranger yang membantu Balawista di sekitar wisata pantai.
“Sesuai fungsinya, pelampung ini untuk melindungi agar terhindar dari bahaya tenggelam dan atau mengatur keterapungan (buoyancy), agar dapat berada pada posisi tidak tenggelam (negative buoyant) atau melayang (neutral buoyant) di dalam air,” tutup Prasetyo.
Redaktur: Ujang Herlan











