Operasi Gabungan, Polres Sukabumi Tertibkan Lokasi Penambang Emas Ilegal di Cisolok

Kamis, 6 Februari 2020 - 15:46 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jajaran Polres Sukabumi besama tim gabungan TNI, Polhut, Pol-PP dan Dinas Energi Sumberdaya Mineral (ESDM), melakukan operasi penutupan lubang Penambang Tanpa Izin (Peti) di Desa Cikelat Kecmatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Kamis (06/02/20).

Informasi yang dihimpun jurnalsukabumi.com, di tengah turunnya hujan Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra, memimpin pelaksanaan apel ratusan personil gabungan tersebut.

Apel yang dimulai pada pukul 07.00 WIB, dalam rangka pelaksanaan operasi tambang Illegal di wilayah hukum Polres Sukabumi. Tanpa mengenal lelah pada kondisi cuaca hujan, Kapolres Sukabumi berjibaku bersama anggota tim gabungan menutup lubang galian emas yang di tinggalkan oleh para gurandil.

Pada saat apel persiapan keberangkatan pasukan seperti yang di kutip Paur Humas Sukabumi Kapolres Sukabumi Ipda Aah, menyatakan bahwa operasi tambang illegal ini dalam rangka menyelematkan lingkungan.

“Kali ini yang menjadi sasaran wilayah operasi yaitu lokasi para penambang emas liar yang berada di kawasan taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) Kec. Cisolok,” ungkap Kapolres Sukabumi Nuredy.

Menurut Nuredy, sesuai dengan target operasi ada tujuh sasaran wilayah blok penambangan emas ilegal, yaitu Blok Cibangkol sebanyak tujuh lubang, Blok Cicadas sebanyak 11 lubang, Blok Sikluk sebanyak lima lubang, blok Petey sebanyak dua lubang, Blok Pangeboran sebanyak 11 lubang, Blok Talun sebanyak tig lubang dan Blok Gunung Peti sebanyak lima lubang.

“Personil gabungan di bagi dalam tujuh kelompok sesuai wilayah target operasi dengan di pimpin oleh dua orang Perwira pengendali,” tandasnya.

Tim penertiban juga dilengkapi dengan berbagai alat perlengkapan seperti cangkul, golok, linggis, garpu dan police line untuk meruntuhkan tenda biru yang di bangun para gurandil juga menutup lupang penambangan emas.

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk
Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas
Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen PertaliteĀ 
Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN
Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:23 WIB

Dua Truk ‘Adu Banteng’ di Parungkuda, Sopir Diduga Mengantuk

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Pria Tenggelam di Sungai Cicatih Ditemukan Tewas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Ditutup Gabah Kering, Truk KDMP Diduga Selundupan 100 Jerigen PertaliteĀ 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Pengukuran Lahan Eks HGU PT AJA Difasilitasi Polisi, Tokoh Palabuhanratu Lengkapi Bukti Siapkan Gugatan PTUN

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB