Oleh: Irma Suzilawati, S.Sos, M.M
(Guru SMAN I Cikembar/ Ketua MGMP Sosiologi Kab.Sukabumi)
Guru adalah pendidik profesional yang memiliki tugas mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevalusi peserta didik. Merupakan tugas dan tanggung jawab yang begitu berat dan mulia, yang akan sangat berdampak pada kualitas generasi muda sebagai garda terdepan penentu eksistensi bangsa dan negara nantinya. Kematangan berproses merupakan salah satu penentu utama dalam pencapaiannya.
Coronavirus disease 2019 (COVID 19) yang memasuki Indonesia awal maret 2020 hingga kini belum berakhir. Dunia Pendidikan pun goyah dan tak luput dari dampaknya. Pembelajaran jarak jauh melalui kelas-kelas maya merupakan langkah penyelamatan yang sangat luar biasa bagi dunia pendidikan, tetapi peran sosok guru didalam ruang kelas sekolah nyatanya tidak bisa diabaikan keberadaannya begitu sangat dibutuhkan dalam berproses membentuk mentalitas dan moralitas anak bangsa, disamping mentransfer ilmu pengetahuan semata.
Kondisi sudah berangsur membaik, pembelajaran tatap muka pun secara bertahap sudah terlaksana kembali. Tetapi keterbatasan berbagai aktifitas penunjang siswa, masih sangat memperlihatkan lemahnya poros pembentukan karakter yang sejatinya dibentuk melalui proses nyata bukan sekadar penggalian kompetensi pengetahuan yang bisa dilakukan melalui dunia maya.
Akhir tahun biasanya merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh para peserta didik karena akan berlibur bersama keluarga tercintanya. Tidak demikian kenyataan di dua tahun terakhir ini. Kondisi memaksa kita semua untuk senatiasa selalu waspada dari virus berbahaya yang masih mengintai disekitar kita. Hal tersebut membuat kami para guru senantiasa mengingatkan dan memberikan himbauan pada peserta didik untuk sebaiknya berada dirumah saja.
Apabila memang sangat perlu untuk keluar rumah, selalu mematuhi protokol kesehatan seperti yang dianjurkan oleh pemerintah. Pelengkap upaya yang dilakukan yaitu dengan vaksinasi yang telah kami lakukan disekolah kepada seluruh warga sekolah, tidak terkecuali kepada peserta didik. Adaptasi kebiasaan baru tersosialisasi dan terlaksana dengan baik oleh seluruh warga sekolah.
Raut muram dunia pendidikan di tahun 2021, mengisyaratkan banyak pengharapan bagi kami seluruh insan pendidikan dalam mengawali tahun 2022. Kami para guru sangat merindukan normalnya kembali kondisi, agar para peserta didik bisa belajar bertatap muka seperti biasanya. Belajar di ruang kelas-kelas yang nyata yang disekat oleh dinding-dinding pembatas yang didalamnya diwarnai proses transfer ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, pembentukan mentalitas serta moralitas peserta didik, guna menyiapakan para generasi muda andal yang akan mengharumkan bangsa dan negara dimasa yang akan datang. Guna menyelaraskan harapan dengan kenyataan, kiranya tanggungjawab itu berada dipundak generasi muda dalam mewujudkannya.
Kecanggihan teknologi memang sangat bermanfaat dalam menunjang kemajuan pendidikan, tetapi peran guru akan menjadi sebuah sumber kekuatan penentu bagi terlahirnya sosok jiwa-jiwa yang berkarakter dan menjunjung tinggi jati diri bangsanya. Semoga sinergitas semua pihak insan peduli pendidikan sanggup mewujudkan semuanya. (*).












