UPT BP2MI Jabar: Jangan Tergiur Sindikat Pengiriman Pekerja Migran!

Jumat, 10 Desember 2021 - 20:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Unit Pelayanan Terpadu Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol Erwin Rahmat sebut masyarakat harus pintar memilih pekerjaan ke luar negeri.

Pasalnya, saat ini banyak masyarakat yang tergiur sindikat pengiriman pekerja migran secara non-prosedural dengan cara diiming-imingi uang.

“Kalau ingin berkerja ke luar negri jangan terbujuk calo, jangan terbujuk rayuan sponsor yang tidak bertanggung jawab. Artinya, kalau mereka menemukan rayuan bujuk dari Facebook paling tidak harus dikonfirmasi dulu ini bener atau tidak akunya,” kata Kepala UPT BP2MI Kombes Pol Erwin Rahmat kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (10/12/2021).

Dirinya menjelaskan, BP2MI sendiri berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari membentuk satuan tugas khusus yang menangani pemberantasan sindikat, sampai mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terjebak oleh iming-iming calo.

“Ini kan ada program singkat sindikat, kita akan ungkap semua nanti. Namun, masalahnya banyak masyarakat kita khususnya Jawa Barat yang tergiur calo. Bahkan, calo ini sekarang pintar ngasih fit uang lima sampe sepuluh juta tapi anaknya dibawa, kemudian langsung dikirim ke luar negeri,” terangnya.

Mengantisipasi hal tersebut kata Erwin, sebelum menerima peluang kerja luar negeri dan migrasi masyarakat harus menyelidiki setidaknya datang ke kantor BP2MI dan Disnakertrans terdekat.

“Solusinya datang ke kantor kita, ada di Sukabumi kantor Disnaker juga ada tanyakan dulu, karena yang menawarkan pekerjaan mudah dengan gaji tinggi yang siap berangkat itu patut di curigai,” tegasnya.

Sebab kata Kombes Pol Erwin, banyak pekerja migran yang melapor setelah mendapat aduan masyarakat yang bekerja ke Timur Tengah, dan hal itupun tidak secara non-prosedural.

“Satu contoh, kalau dikirim ke Timur Tengah kita agak susah terdata, karena tidak bisa melacak. Nah, kita melacaknya setelah ada aduan dari orangtuanya. Karena jarang komunikasi atau istrinya yang dikirim ke timur Tengah baru ketauan di situ ketahuannya,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB