Tahun 2019, Narkotika dan Kekerasan Dominasi Kasus di PN Kota Sukabumi

Selasa, 28 Januari 2020 - 15:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kasus Narkotika dan Kekerasan di Kota Sukabumi nampaknya menjadi sorotan dan perhatian bersama. Pasalnya kasus perkara yang bergulir dan sudah diputus Pengadilan Negeri (Sukabumi) sepanjang Tahun 2019 kasus narkotika mendominasi yang disusul kekerasan, hal ini terungkap data di PN Sukabumi dengan rangking pertama narkotika 57 persen dan disusul sebanyak 22 persen kasus kekerasan.

“Memang narkotika yang mendominasi pada Tahun 2019, disusul kekerasan yang meliputi
penganiayaan, senjata tajam dan pengeroyokan yakni sebanyak 22 persen kasus yang diputus PN Sukabumi,” ungkap Humas PN Sukabumi Parulian Manik, kepada jurnalsukabumi.com.

Menurut Manik, untuk kasus kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Kota Sukabumi sendiri terbagi tiga kasus yakni penganiayaan dengan data 12 persen, kepemilikan senjata tajam delapan persen dan pengeroyokan dua persen.

“Selain narkotika dan kekerasan, kasus pencurian menyusul dengan jumlah 10 persen, sementara penipuan dan pengelapan tiga persen,” jelasnya.

Untuk kasus kekerasan sendiri kalasifikasi rentang terdakwa sendiri yakni usia hingga 18 tahun atau anak – anak ada 10 kasus, usia 19 tahun sampai 21 atau remaja empat kasus, terdakwa remaja 22 tahun sampai 30 tahun sebanyak 10 kasus dan usia dewasa lima kasus.

“Total kasus perkara di PN Sukabumi untuk kekerasan sebanyak 29 kasus. Hal ini harus menjadi PR bersama dalam menjaga Kota Sukabumi,” katanya.

Dengan melihat peristiwa atau perkara yang ditangani PN Sukabumi kasus kekerasan yang tinggi, Ia mengarapkan seluruh elemen dan komponen masyarakat bisa mencegah dan meminimalisir.

“Ini menjadi PR bersama. Kami selaku penegak keadilan atau penegak hukum hanya memberikan efek jera saja. Tapi preventif dan upaya lainnya harus melibatkan bersama, kami merasa miris,” pungkasnya.

Reporter : Ifan
Redaktur : FK Robbi

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Suami Bongkar Dugaan Perselingkuhan di Kalibunder, Oknum Guru Dilaporkan ke Polisi
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru