JURNALSUKABUMI.COM – Dampak Pandemi Covid- 19, begitu dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya bidang perikanan. Awal merebaknya virus asal Tiongkok itu, para pelaku usaha mengalami penurunan penghasilan yang cukup signifikan. Tapi berkat dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kabupaten Sukabumi, para pelaku UMKM kini mulai keluar dari tekanan Covid- 19.
“Pada awal penyebaran Covid- 19, sangat berdampak pada penurunan penghasilan para pelaku usaha perikanan. Tapi saat ini, sudah berjalan normal dan menunjukkan peningkatan,” kata seorang pegawai honorer Bidang Pemberdayaan Pembudidaya Ikan dan Nelayan Skala Kecil, Adam Maulana, kepada jurnalsukakabumi.com, Rabu (8/12/21).
Di Kantor Pusat Pemasaran produk Perikanan (P4), di Jalan Palabuhan II, Kecamatan Lembursitu kata dia, para pelaku usaha bidang perikanan berhimpun dan berserikat mengembangkan bisnis perikanan di bawah arahan dan bimbingan Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Kab Sukabumi.
Terdapat tiga rumah produksi yang berada di lingkungan kerja Pusat Pemasaran Produk Perikanan (P4) kata dia, yakni rumah kemasan, rumah pengolahan dan rumah KOI. Ketiganya berada dalam satu kawasan. Rumah kemasan berfungsi untuk membuat brand salah satu produk dari sebuah UMKM.

Kemudian rumah pengolahan berfungsi untuk mengolah dari ikan mentah menjadi hasil olahan seperti pindang ikan tongkol dan bakso ikan. Terakhir rumah KOI, dimana di tempat tersebut para petani atau pemilik budidaya ikan KOI, mendapat transfer ilmu tentang manajemen pemasarannya.
Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sukabumi, Abdul Kodir, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberikan dukungan untuk pengembangan UMKM. Dukungan tersebut diberikan melalui sejumlah program yang saat ini dijalankan dinasnya.
Redaktur: Usep Mulyana











