JURNALSUKABUMI.COM – Petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mukti Desa/ Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menggelar panen perdana padi demplot, Kamis (21/10/2021).
Panen padi jenis Invali Pajajaran yang dikelola Bank Sampah Gunungguruh Bersih di wilayah Kampung Kararangge itu menggunakan pupuk organik cair olahan sendiri.
Sontak, inovasi tersebut pun mendapa pujian dan apresasi dari Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi melalui Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gunungguruh.
“Hasilnya bagus. Bahkan, Poktan Mukti ini bisa membuat pupuk organik cair dari bahan olahan Bank Sampah,” kata Kepala BPP Kecamatan Gunungguruh, Ujang Hermawan.
Ia menjelaskan, panen padi jenis ini kurang lebih memakan waktu 90 hari setelah tanam. Hal ini pun terlaksana atas inisiasi Bank Sampah Gunungguruh Bersih dan hasil produksinya lumayan memuaskan.
“Kami apresiasi tentunya. Hasilnya pun cukup bagus. Ya, kurang lebih ada 6 ton per hektarenya,” kata Ujang.
Masih kata dia, selain itu panen jenis padi ini terbilang cepat. Sebab, kalau menggunakan variates padi yang biasanya itu biasanya 105 hari setelah tanam.
“Ini bukti nyata dan inovasi yang patut ditiru oleh petani lainnya. Semua keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama warga dengan menggunakan pupuk organik cair hasil dari produksi Bank Sampah Gunungguruh,” terangnya.
Sementara itu, Pendiri Bank Sampah Gunungguruh Bersih, Muhammad Raffi Nasution menambahkan, mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT. Karena apa yang telah dimimpikan selama ini telah menjadi sebuah kenyataan.
“Alhamdulilah pada hari ini, panen demplot padi yang kita tanam pada 90 hari yang lalu bisa terlaksana. Terima kasih kepada semuanya khususnya warga, Kepala Desa, BPP Gunungguruh dan Distan Kabupaten Sukabumi yang terus mensupport inovasi ini,” tandasnya.
Reporter: Ruslan AG | Redaktur: Ujang Herlan












