Warga Harapkan Perbaikan Jalan Penghubung Cicurug-Ciambar

Senin, 13 September 2021 - 20:25 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah warga mengharapkan perbaikan akses jalan penghubung Kecamatan Ciambar dan Cicurug yang rusak. Akses jalan tersebut dinilai sangat vital untuk aktivitas sehari-hari para warga terutama bagi warga di Desa Ambarjaya dan Wangunjaya di Kecamatan Ciambar.

Jalan yang rusak berada di antara dua desa, yakni di Desa Purwasari dan Desa Nyangkoek, Kecamatan Cicurug. Ruas jalan yang harus diperbaiki kurang lebih sepanjang 1 kilometer.

Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, mengatakan jalan tersebut sudah satu tahun mengalami kerusakan. Kerusakan terparah terjadi saat ada proyek pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi (Bocimi).

Saat itu, lanjut Eman, ruas jalan sering dilalui kendaraan proyek tol yang tonasenya tinggi. Ia menduga hal tersebut menjadi penyebab kerusakan jalan.

“Pada 2019 lalu jalan tersebut sering dilalui oleh kendaran proyek Tol Bocimi, statusnya jalan Kabupaten Sukabumi. Lokasi jalan tersebut percis berada diantara Dua Desa, Desa Purwasari dan Desa Nyangkoek,” kata  Kepala Desa Ambarjaya kepada jurnalsukabumi.com.

Seiring berjalannya waktu, Sambung Eman. Akses jalan mengalami kerusakan dan warganya sering menjadi korban saat melintas berjatuhan akibat rusaknya jalan tersebut.

“Akses utama warga kami dan warga Desa Wangunjaya untuk mencari pencaharian dan pertanian serta pendidikan. Saya dan warga tentunya berharap kepada proyek atau Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar diperbaiki sehingga warga kami tidak menjadi korban atas kerusakan jalan tersebut,”ucapnya.

Hal senada juga diutarakan seorang pengendara roda dua sekaligus tokoh masyarakat Leuwi Nanggung Saepul Bahri (45). Ia mengungkapkan, kerusakan jalan sudah berumur cukup lama.

“Ribuan pengendara roda dua setiap harinya melintas dan setiap harinya menjadi korban kecelakan akibat kerusakan Jalan. Terlebih saat hujan turun derasan air membasahi badan jalan karena saluran drainase tertutup oleh kendaraan proyek waktu itu,”kata Saepul Bahri.

Sambung Saepul Bahri, dirinya mengharapkan ada perbaikan dari proyek dan pihak berwajib karena jalan tersebut akses utama warga untuk mencari matapencaharian.

“Saya berharap kepada pihak Tol Bocimi dan Pemerintah turun dan perbaiki jalan ini,”ungkapnya.

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

 

Berita Terkait

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat
Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!
Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa
DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada
Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan
DLH Butuh 250 Truk Sampah, Masyarakat Diminta Tak Bergantung pada Pengangkutan
Dua Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo, Hergun: Bukti Kerja Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat dan Kemandirian Bangsa
Dua Pekan MBG Terhenti di Nagrak, 1.300 Siswa dari Tujuh Sekolah Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:19 WIB

PA GMNI Sukabumi Raya Tegaskan Peran Kritis, Kebijakan Pemerintah Harus Berorientasi pada Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Dua Pekan MBG di Nagrak Mandek, Korwil BGN Belum Beri Penjelasan!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Peringati Hari Santri Nasional 2026, Hergun Tegaskan Peran Strategis Santri Kawal Pembangunan Bangsa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:58 WIB

DLH Sukabumi Tetap Angkut Sampah, 8 Truk Rusak Berat dari Total 54 Armada

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Pemilik Kandang Ayam Ngarak Sepakat Ikuti Keputusan Bersama dan Aturan

Berita Terbaru