JURNALSUKABUMI.COM – Tawuran antar pelajar SMK di Wilayah Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, kembali menelan korban jiwa. Sejumlah pedagang di lokasi peristiwa maut itu pun dibuat kocar-kacir.
Sobirin (49), seorang saksi pedagang buah-buahan misalnya. Ia mengaku tak bisa membendung kejadian tawuran yang melibatkan dua sekolah yang berada di wilayah Cisaat dengan sekolah yang berada di wilayah Parungkuda itu.
Malah yang ada, sejumlah pedagang di sana dibuat kaget dan lebih memilih menghindar lantaran kedua kelompok pelajar tersebut tiba-tiba melukan tawuran dengan membawa Senjata Tajam (Sajam).
“Kaget, melihat aksi mereka yang brutal dengan membawa Sajam jadi saya lebih memilih menghindar. Kejadianya tadi malam Kamis (05/08/21) sekitar pukul 09.00 WIB,” ujar Sobirin kepada wartawan, Jumat (06/08/2021).
Kejadian tawuran di Jalan Raya Nasional Sukabumi-Bogor, tepatnya di Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu pun mengakibatkan seorang pelajar SMK di Parungkuda berinisial AM (17) meninggal dunia akibat luka bacok.
“Ada yang meninggal satu orang kang. Dan dua orang lainnya luka-luka,” sambungnya.
Masih kata Sobirin, kemudian tak lama dari kejadian, aparat kepolisian datang ke lokasi hingga mengamankan sejumlah Sajam dan pelajar kedua belah pihak.
“Malam itu pun dua korban mengalami luka serius dibawa oleh aparat kepolisian langsung, berikut Sajam yang digunakan pelajar,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kanit Reskrim Polsek Parungkuda, Aipda Budi menjelaskan, akibat peristiwa ini korban luka bacok dua orang dan satu korban meninggal dunia.
“Sekarang korban sedang di rumah sakit rencana akan diotopsi hari ini,” singkatnya.
Hingga saat ini pihak kepolisian Polres Sukabumi sedang melakukan penyelidikan dan mencari keterangan untuk ungkap para pelaku.
Reporter: Ifan | Redaktur: Ujang Herlan












