JURNALSUABUMI.COM – Malang nasib Al Davi Ramadhan bayi 4 bulan tergolek lemah di kediamannya yang terletak di Kampung Ciutara, RT 18/07, Desa Pondokaso Landeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, karena sejak lahir menderita kebocoran jantung.
Tak ada yang menduga, anak ketiga pasangan Asep Suhendi (38) dan Nani Hidayanti (31) ini harus mengalami penyakit berat di usianya yang masih sangat belia sehingga harus rela peralatan medis menempel di tubuh mungilnya.
Sejak lahir awal bulan April lalu, Davi sudah menjalani perawatan selama 25 hari di RS Syamsudin. Pada saat itu, kondisinya terus membaik dan harus dirujuk ke rumah sakit Hasan Sadikin Bandung.
Namun orang tuanya menolak, karena terbentur dengan biaya. Sebab, selama dirawat di RS Samsudin dirinya hanya memakai Jampersal untuk membiayai pengobatan.
“Pernah dirujuk ke spesialis jantung di Bandung, tapi saya menolak karena kekurangan biaya untuk merawatnya, sebab tidak mempunyai BPJS kesehatan,” kata Orang tua bayi, Asep Suhendi (38) kepada jurnalsukabumi.com, Sabtu (24/7/21).
Setelah itu sambung dia, bayi itu secara terpaksa dibawa pulang dan dianjurkan terus menerus berobat jalan. Orangtuanya meminta pemerintah membantu pengobatan tersebut sehingga dirinya bisa membawa bayi itu untuk menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin Bandung.
“Selama di rumah sudah tiga kali kontrol, dan sekali berobat mengeluarkan biaya 500 ribu. Itu tuh harus ada tapi kondisi sehari hari pun sulit,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan












