JURNALSUKABUMI.COM – Aksi kekecewaan seorang pemuda asal Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, akan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menjadi buah bibir di kalangan netizen, Sabtu (1707/2021).
Pasalnya, Muhammad Rifandi yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang Kebab dan Es Jelly itu melakukan aksi di depan Pasar Semi Modern (PSM) Cicurug, dengan hanya membawa papan bertuliskan “PPKM darurat? Ibuku sakit lebih darurat !! Saya harus dagang Pak/Bu,”.
Menurut dia, aksi tersebut dilakukan pada Jumat (16/07/2021) kemarin sebagai bentuk ungkapan kekecewaan akan kebijakan pemerintah mengenai aturan sistem PPKM Darurat.
“Harusnya peraturan yang dikeluarkan pemerintah itu lebih berpihak ke masyarakat, kalau seperti ini kita bukan mati karna Covid-19, yang ada kita mati karna kelaparan,” kata Rifandi saat dihubungi jurnalsukabumi.com.
Selain itu Rifandi juga menjelaskan jika kondisi ekonominya saat ini sedang benar-benar sulit, ditambah lagi kesehatan orang tuanya yang sudah bolak-balik ke rumah sakit menjadi pemicu dirinya untuk melakukan aksi tersebut.
“Saya cuma pengen dagang buat biaya berobat ibu saya yang sakit, kenapa masih saja dihalangi dan dipersulit oleh pemerintah,” imbuhnya.
Dirinya juga mengaku sudah tiga kali dipaksa untuk menutup lapak dagangannya oleh petugas, Rifandi berharap pemerintah memberikan solusi terbaik untuk dirinya dan pedagang lain.
“Saya mau ikuti peraturan, tapi kasih saya dan pedagang lain solusi untuk mengatasi keterpurukan ekonomi,” tandasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi ke pemerintah Kecamatan Cicurug sudah dilakukan. Namun, belum mendapat keterangan secara resmi.
Reporter: Ardi Yakub | Redaktur: Ujang Herlan












