JURNALSUKABUMI.COM – Lelang jabatan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sukabumi masuk tahap seleksi dengan tujuh calon kuat bersaing ketat.
Ketujuh calon tersebut yakni Sekdis DPPKB Sukabumi Agus Sanusi, Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perlindungan dan Pemberdayaan Hak DP3A Kabupaten Sukabumi Ela Karmila, Camat Kebonpedes Ali Iskandar, Sekretaris Badan Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Dede Rukaya, Kabid Damkar Dendi Mulyadi serta dari Inspektorat Hari Haryadi dan Kabid DPPKB Hendra Priatna.
Sejumlah tahapan sudah dilalui ketujuh kandidat tersebut yakni lulus adminstrasi yang diumumkan pada 23 Juni lalu. Untuk tahapan selanjutnya tahap uji kompetensi mulai 28-30 Juni mendatang. Pelaksanaan sendiri akan dilaksanakan sampai 6 Agustus mendatang dengan materi ujian yakni penulisan makalah, wawancara, kesehatan dan yang lainnya.
Sekretaris Dinas DPPKB Kabupaten Sukabumi Agus Sanusi mengatakan, pihaknya mengikuti lelang jabatan sendiri sesuai dengan tahapan dan bidangnya.
“Alhamdulillah untuk tahap pertama saya lulus, mudah-mudahan berbekal pengalaman di DPPKB bisa melewati ujian materi nanti,” ungkapnya, kepada jurnalsukabumi.com.
DPPKB sendiri memang dinas yang harus ekstra dalam menelaah dan membuat trobosan dalam pengendalian penduduk dan keluarga berencana ini.
“Karena saya sudah berbekal dan sudah direncanakan ketika menjabat di DPPKB, banyak pengalaman dan pelajaran yang harus saya kembangkan dan mengabdi,” tandasnya.
Sementara itu, Kandidat lainnya Ela Karmila yang menjabat saat ini sebagai Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perlindungan dan Pemberdayaan Hak DP3A Kabupaten mengatakan, keikutsertaan lelang jabatan bursa Kepala DPPKB sendiri atas dasar pengabdian dan pengalaman dalam bidang perempuan yang pernah digelutinya.
“Kalau secara pendidikan atau pengalaman, Alhamdulillah linier yakni sesuai dengan jabatan yang pernah saya emban,” katanya.
Menurut Ela, keterwakilannya menjadi bursa pun, melihat peran perempuan yang harus hadir dan bisa mengabdi untuk Sukabumi dan aturannya pun keterwakilan perempuan harus menjadi prioritas sesuai dengan aturan.
“Dalam aturan keterwakilan perempuan dalam birokrasi skitar 20 hingg 30 persen. Hal ini saya hadir dan siap mengabdi untuk Sukabumi,” tandasnya.
Redaktur: FK Robbi












