JURNALSUKABUMI.COM – Melihat potensi bambu di Sukabumi yang begitu luar biasa menjadi bahan perbincangan lintas Kementrian mulai dari Kementrian Desa, Kementrian Sosial dan Kementrian Pariwisata. Hal tersebut tampak saat Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sukabumi Yani Jatnika memberikan pemaparan secara webinar, Minggu (02/05/21).
Acara diikuti oleh Peserta mulai petani bambu, pengrajin bambu, pelaku industri bambu yang ada di kabupaten Sukabumi. Namun banyak juga perwakilan dari beberapa daerah seperti halnya, Aceh, Kalimantan, Bali, Bandung, Cirebon dan lain sebagainya.
Ketua Dekranasda Kabupaten Sukabumi, Yani Jatnika Marwan mengatakan, menurutnya potensi bambu di Kabupaten Sukabumi luar biasa. Namun belum dimaksimalkan pemanfaatannya yang bernilai ekonomis, yang sudah masuk ke kria Dekranasda Kabupaten Sukabumi baru ada 38 pengrajin, diantaranya yang mengisi kria bambu baru satu orang dari Kadudampit.
“Saya pikir masih banyak lagi pengrajin bambu di Kabupaten Sukabumi, kita menginginkan seperti di Kota Cimahi, ada Pirageawi yang sudah berkiprah sampai mancanegara dan tidak hanya alat musik saja yang terbuat dari bambu, melainkan untuk aksesoris seperti jam tangan dan kacamata terbuat dari bahan dasar bambu,” ungkap Yani Jatnika Marwan.
Pemateri selanjutnya dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang di sampaikan oleh Anastutik Wiryaningsih, selaku Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa, Ditjen PDP, pembahasananya dalam Pemberdayaan Masyarakat melalui potensi kearifan lokal.
Narasumber berikutnya dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, oleh Umirusyanawati, Kepala Sub Direktirat Komunitas Penyelamatan Sumberdaya Alam, Ditjen Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Hidup, membahas Bambu Sebagai Konservasi Alam.
Selanjutnya dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Erwita Dianti, Direktur Industri Kreatif Desain dan Kuliner, membahas Bambu sebagai Eco Produk yang berdaya saing tinggi.
Pembicara terakhir dari Kementrian Sosial, oleh Asep Sasa Permana, Direktur Jendral Penanganan Fakir Miskin, dengan materi Pergerakan ekonomi masyarakat dengan meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat Desa.
Kemudian dilakukan tanya jawab dari Bandung Sam Udjo menegaskan, memang bambu paling bagus terdapat di Jampang Surade Kabupaten Sukabumi.
“Kita angklung menggunakan bahan dasar bambu pilihan salah satunya dari Kabupaten Sukabumi,” terangnya.
Ia mengaku sebagai Ketua Umum Desa Wisata Nusantara menerangkan kenapa Desa Panglipuran bisa berhasil seperti sekarang ini.
“Saya awal membentuk kampung di sana ditata sedemikan rupa memang sudah banyak tanaman bambu di sana, selain sebagai penghias di halaman rumah, juga bisa menjaga suhu, dapat menyimpan cadangan air di akarnya. Selain itu bambu di kami banyak sekali kegunaannya, belum buat ibadah kami selalu membuat sate itu bahan dasar dari bambu,” tandasnya.
Redaktur: FK Robbi












