Alun-Alun Kota Sukabumi Semrawut, Anggota Komisi III: Kurang Perhatian Pemerintah

Selasa, 20 April 2021 - 20:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Alun-alun Kota Sukabumi yang kondisinya semrawut, menuai tanggapan dari Anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi Muchendra, yang menilai, kondisi ruang publik icon Kota Sukabumi kurang pengawasan dan perhatian dari Pemerintah.

Kumuhnya taman alun-alun Kota Sukabumi itu, lantaran kurang pengawasan dan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi.

“Kurang pengawasan dan perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, karena pemerintah daerah fokus penanganan covid-19, karena penanganan virus ini menguras, tenaga dalam penanganannya, baik legislatif dan eksekutif,” ungkap Muchendra kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (20/04/21)

Dia menjelaskan, meskipun alun-alun Kota Sukabumi akan dibangun dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bukan berarti Pemkot Sukabumi membiarkan taman itu. Tetapi, demi menjaga keindahan tata kota alangkah baiknya, terus dirawat hingga nanti proses pembangunan akan dilakukan.

“Nah, kita sebagai tugas anggota dewan akan mempertanyakan, kebetulan hari ini sedang rapat LKPJ pertanggungjawaban APBD Pemerintah Kota Sukabumi tahun 2020. Kita akan mempertanyakan kenapa sampai terbengkalai seperti ini. Kita akan informasikan lagi,” imbuhnya.

Apalagi lebih jauh legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, anggaran pembangunan alun – alun Kota Sukabumi ini, kembali terjadi penambahan yang sebelumnya sebesar Rp. 22 Milyar kini menjadi Rp. 24 Miliar.

Untuk itu dia berharap, Pemerintah Kota Sukabumi lebih serius lagi dalam melakukan penataan Kota. Hal itu dilakukan guna menjaga keindahan ruang-ruang publik di Kota Sukabumi.

“Nah ini sebetulnya kita baru kunker ke Bappeda Provinsi Jawa Barat, terkait pembangunan alun-alun dan lapang merdeka. Alhamdulillah itu ada peningkatan anggaran yang bersumber dari bantuan Pemprov, yang asalnya Rp. 22 Milyar kini menjadi Rp. 24 Milyar dan proses lelang sudah di mulai kembali. Yang jelas, kondisinya sekarang sangat terabaikan dan harus jadi perhatian bersama,” tandasnya.

Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: FK Robi

Berita Terkait

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki
Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi
Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi
Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar
HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:44 WIB

Laka Maut Pasutri di Cijalingan Sukabumi, Suami Tewas Terlindas Truk dan Istri Patah Kaki

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:22 WIB

Korban Jiwa Kembali Berjatuhan, Tambang Ilegal Masih Marak di Sukabumi

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:18 WIB

Lilin saat Listrik Padam Berujung Petaka, Tiga Bocah Meninggal dalam Kebakaran di Sukabumi

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:46 WIB

Dua Kios Terbakar di Parungkuda, Satu Orang Alami Luka Bakar

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:45 WIB

HBA 2026, Kajari Sukabumi Tegaskan Penegakan Hukum Harus Berlandaskan Integritas dan Keadilan

Berita Terbaru