Proses Lelang Pembangunan Alun-alun Kota Sukabumi Rp 22,8 Miliar Lambat

Kamis, 1 April 2021 - 07:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Alun-alun terintegrasi Kota Sukabumi bakal dibangun lebih megah dan menjadi tempat terbaik di Jawa Barat.

Kini, rencana pembangunan yang didanai dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi itu sudah masuk tahap lelang.

Hanya saja, proses lelang dengan nilai Rp 22,8 miliar yang dilaksanakan oleh badan pengadaan barang dan jasa (BPBJ/ULP) Provinsi Jawa Barat itu terkesan lambat.

Pasalnya, tahapan pemenang dan pengumuman pemenang seharusnya dilakukan pada tanggal 29 Maret 2021. Akan tetapi, sampai hari Rabu, (31/3/3021) belum juga dilakukan oleh BPBJ, padahal jadwal tahapan lelang sudah masuk pada masa sanggah.

“Saya curiga ada intervensi dari pihak-pihak yang berkepentingan. Karena kami yakin BPBJ bisa bekerja lebih baik dan lebih profesional dari ini,” ujar Ketua Umum Nahdliyyin Nusantara (NAHNU) Kota Sukabumi, Dasep Suryana kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (01/04/2021).

Jika intervensi dari yang berkepentingan itu terjadi, lanjut Dasep yang juga kader Nahdlatul Ulama (NU) Kota Sukabumi itu, dirinya mengaku sangat menyayangkannya. Sebab, profesionalisme BPBJ Jawa Barat dipertaruhkan.

“Kasian, BPBJ jika harus dikorbankan untuk mengakomodir kepentingan yang dipaksakan. Pokja BPBJ bisa celaka, karena semua orang dapat melihat tahapan lelang itu dan bisa dilaporkan,” katanya.

Lanjut Dasep, dirinya menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi memutuskan lelang Alun-alun terintegrasi di BPBJ Jawa Barat agar terhindar dari intervensi dari pihak manapun.

“Kalau tahapannya sesuai, masyarakat bisa lebih cepat menerima manfaat dari pembangunan itu. Kalau ada intervensi, ya jadi lambat. Kalau peserta lelang yang menang dipaksakan sesuai pesanan, ditakutkan akan menimbulkan masalah,” tandasnya.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka
Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
Lahan Sawit di Parakansalak Terbakar, Petugas Gabungan Evakuasi CepatĀ 
Uang Rp34,9 Juta Raib di Parungkuda, Diduga Digasak Pelaku Modus Gembos Ban
Bawa Muatan 9 Ton, Truk Terguling di Tanjakan Baed Warungkiara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 September 2026 - 18:07 WIB

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 September 2026 - 10:38 WIB

Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas

Selasa, 29 September 2026 - 08:05 WIB

Dugaan Asusila Anak di Ujunggenteng, Polisi Tetapkan Tetangga Korban sebagai Tersangka

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB