TMMD, Kader Posyandu Desa Sundawenang Dapat Penyuluhan

Sabtu, 20 Maret 2021 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ibu-ibu Kader Posyandu Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, mendapat penyuluhan mengenai covid-19 dan kesehatan.

Penyuluhan itu merupakan program kerja non fisik program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke -110 Kodim 0607/Kota Sukabumi, sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya kesehatan khususnya penanganan stunting. Sebab, Sukabumi sendiri masih banyak ibu yang tidak tau cara menanggulangi hal tersebut.

“Kali ini penyuluhan TMMD non fisik digelar di Balai Desa Sundawenang, dan langsung mendatangkan beberapa bidan dari Puskesmas Parungkuda dengan tujuan memotivasi ibu-ibu kader,” kata Pasi Ter Kodim 0607/Kota Sukabumi, Kapten Infanteri Akhmad Samas, dalam keterangan yang diterima jurnalsukabumi.com, Sabtu (20/03/21).

Sementara itu, pemberi materi Bidan Hera Puskesmas Parungkuda menjelaskan Stunting sendiri merupakan kondisi dimana seseorang kekurangan gizi kronis yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah dari standart usianya.

“Balita Stunting sebenarnya bisa dipantau pertumbuhannya dari mulai dini, Seperti masa pembuahan atau biasa di kenal dengan seribu hari pertama kehidupan, sampai proses lahiran,” terangnya

Tidak hanya itu lanjut ia, pemberian materi tentang posbindu pun ia berikan, Posbindu atau pos pelayanan terpadu untuk pelayanan kesehatan lansia sangat lah berguna, dengan begitu lansia yang berada di wilayah sekitar yang cukup jauh untuk ke puskesmas bisa terlebih dahulu menghubungi posbindu. Dengan adanya itu, dapat melihat perkembangan kesehatannya berupa tinggi badan, berat badan, IMT, ukuran tensi darah dan cek lab sederhana, namun apabila ditemukan gejala penyakit dirujuk ke puskesmas setempat.

“Lansia itu dalam kedokteran ada beberapa jenis yakni, usia 45 tahun sampai 59 tahun disebut lansia awal atau pra lansia, umur 60 tahun sampai 69 tahun yaitu lansia, dan umur 70 tahun keatas lansia resti,” tandasnya

Reporter: Ilham Nugraha I Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah
Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
DLH Prioritaskan Sampah di Jalan Protokol, Bupati Minta Pasukan Kuning Maksimalkan Layanan
Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar
Bursa Calon Ketua PK KNPI Cibadak Memanas, Sejumlah Nama Mulai Muncul
Antar Bintang Tamansari Menang, Aksi Kaula dan Sigit Guncang Lapangan Voli Desa Jayanti
Sikapi Polemik BGN, Heri Gunawan: Perbaiki Tata Kelola MBG, Jangan Ambil Langkah Keliru

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:53 WIB

Pendopo Sukabumi Bakal Diselimuti Kain Kafan, BASB Nilai Pemerintah Daerah Kehilangan Arah

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:23 WIB

Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:55 WIB

DLH Prioritaskan Sampah di Jalan Protokol, Bupati Minta Pasukan Kuning Maksimalkan Layanan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15 WIB

Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

Berita Terbaru