Khawatir Diamuk Warga, Oknum Kades di Cicurug ‘Diamankan’ Polisi

Rabu, 10 Maret 2021 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Oknum Kepala Desa (Kades) Tenjolaya, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi terpaksa diamankan kepolisian. Upaya polisi itu merupakan aksi ‘penyelamatan’ lantaran khawatir oknum kades berinisial A diamuk massa, Rabu (10/03/2021).

Disinyalir, oknum kades A itu korupsi dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2020 milik warga yang terdampak Covid-19. Informasinya, oknum kades itu menilap BLT DD selama tiga bulan.

Kapolsek Cicurug, Kompol Parlan mengatakan oknum tersebut saat ini sudah diamankan sampai menunggu unit khusus penanganan kasus korupsi yang bertugas melakukan penyidikan atas kasus korupsi yang terjadi.

“Sementara diamankan dulu sampai menunggu proses lebih lanjut. Audit dari Inspektorat akan penyalahgunaan dugaan wewenang tersebut. Karena, melakukan tindak korupsi dan lain lain, tidak seperti maling ayam,” kata Kompol Parlan Kapolsek Cicurug, kepada jurnalsukabumi.com.

Ia menjelaskan, kejadian bermula ketika penyelewengan BLT dana desa tahap 4,5,6 selama tiga bulan tidak dibayarkan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) berjumlah 166 orang dengan total Rp. 149.400.000,- (Seratus Empat Puluh Sembilan Juta Empat Ratus Ribu Rupiah).

“Kita belum bisa menentukan Kades ini sebagai tersangkanya. Tetapi diduga mengarah ke sana sesuai pengakuan bersangkutan. Yang jelas akan masih menunggu dan terus koordinasi dengan kecamatan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RT 06/02 Pangkalan, Desa Tenjolaya, Pudin (48) mengatakan, awal mula persoalannya ketika dana BLT kepada warga tak kunjung cair selama tiga bulan ini.

“Sampai sekarang BLT tahap 4, 5 dan 6 belum cair sampai sekarang. Saat ditanyakan, desa menjawab akan membayar tanggal tanggal 28 February. Namun, setelah datang ke desa, Kades minta tanggal 10 Maret. Nah, sekarang tanggal 10 juga malah tidak dibayar,” tegasnya.

Ia berharap, kasus tersebut ditindaklanjuti. Bahkan, bukan soal BLT DD saja. “Saya minta usut tuntas termasuk persoalan lainnya. Karena, Kades sudah berani merugikan masyarakat begitu banyak hak warga Tenjolaya yang dirugikan,” harapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi terhadap oknum Kades tersebut terus dilakukan. Hingga kini, oknum kades masih dalam tahap pemeriksaan di Mapolsek Cicurug.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 14:18 WIB

Lapas Sukabumi Perkuat Zero Halinar, Gandeng TNI-Polri Razia dan Tes Urine

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Berita Terbaru

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB