JURNALSUKABUMI.COM – Warga Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, Titin Kasmawati (49), penerima penghargaan SCTV Award tahun 2019 untuk kategori pemerhati lingkungan, kini hidupnya penuh duka nestapa. Tidak ada satu pun yang pihak yang memperhatikan nasibnya, dikala kondisi hidupnya terpuruk seperti saat sekarang ini.
Bagaimana tidak, penerima penghargaan dari salah satu stasiun televisi nasional ternama itu, hidup dalam sebuah bangunan kayu berukuran 4 meter X 5 meter yang berfungsi sebagai rumah sekaligus warung kopi tempat dia mencari penghidupan. Lebih miris lagi, dia hidup dengan daya penglihatan yang sangat terbatas karena sejak 2018 lalu, dia divonis mengidap katarak.
“Sekarang saya hidup serumah dengan bibi. Dia membantu saya berjualan kopi dan mie rebus, untuk mencari sesuap nasi. Karena hanya warung ini, harta milik benda satu – satunya untuk menyambung hidup. Sudah 2.tahun ini, saya mengidap katarak. Sehingga aktivitas saya, tidak senormal dulu lagi ,” katanya kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (2/2/21).
Penghargaan SCTV Award yang dia terima tahun 2019, adalah buah kerja keras dia sejak 4 tahun lalu, mengabdikan diri untuk memelihara primata asli Kecamatan Lengkong, Owa Jawa. Dari 2016, dia mulai bergaul dengan habitat Owa Jawa di Hutan Pinus Anggarenceng hingga saat ini. Jumlah populasi Owa Jawa di areal hutan produksi itu tinggal tersisa 7 ekor.
“Tahun 2014, Owa Jawa di hutan Pinus Anggarenceng ada 4 ekor yakni Abah, Ema, Wiki dan Jojo. Tahun 2018, Ema melahirkan tiga ekor anak dari 3 pejantan yang diberi nama Tina, Sakura dan Naruto,” terangnya.
Sementara itu, Camat Lengkong Agung Budiman, mendukung langkah Titin dalam melestarikan habitat Owa Jawa dari ambang kepunahan. Karena menurutnya, Owa Jawa merupakan satwa langka yang hanya ada di Wilayah Lengkong.
” Di Indonesia populasi Owa Jawa tinggal 2 ribu ekor. Salah satunya ada di wilayah Lengkong. Untuk mendukung perjuangan Bu Titin saya memberikan bantuan sebesar Rp1 juta untuk membeli makanan hewan maskot Lengkong itu Sumber dananya kami anggarkan dari UPK,” kata Agung.
Reporter: Usep Mulyana || Redaktur: FK Robbi












