JURNALSUKABIMI.COM – Keterbatasan fisik bukan jadi alasan bagi seorang pedagang es keliling, Enceng (46) warga Kampung Cijambe RT. 4/2, Desa Sukaresmi, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi.
Demi mencukupi nafkah keluarga, pria tuna netra ini tetap rela berjuang mengais rezeki dengan berjualan es keliling ke tempat yang berjarak puluhan kilometer dari rumahnya.
“Sejak lahir, saya ditakdirkan sudah tidak bisa melihat gemerlap dunia. Tapi saya yakin masih mampu menafkahi anak istri tanpa harus mengharapkan belas kasihan orang lain,” ujar Enceng kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (20/1/2021).
Setiap hari, dia harus menyusuri jalan raya yang bagi orang sepertinya adalah area berbahaya. Karena dipadati hilir mudik kendaraan dengan hanya mengandalkan insting dan indra pendengarannya.
“Saya berjualan dengan berjalan kaki. Berjalan dan terus berjalan dengan mengandalkan naluri dan daya pendengaran saya. Tapi harus bagaimana lagi, ini semua saya lakukan demi keluarga,” kata Enceng.
Suami dari Nurhasanah (35) ini sudah berjualan es keliling sejak 4 tahun lalu. Keuntungan yang dia peroleh dari usahanya berkisar Rp80 sampai Rp90 ribu, itu pun kalau es dagangannya laris terjual semua.
“Alhamdulillah, dengan keuntungan harian itu, saya sudah bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari, bekal sekolah anak dan bayar kontrakan,” kata Ayah dari Salsabila (16) dan Aliyah (11) ini.
Dia berharap, ada dermawan yang tergerak hatinya untuk memberikan modal usaha. Barang dagangan yang dia jajakan selama ini masih milik orang lain.
“Maunya saya jalankan usaha ini, dengan modal sendiri. Mau untung mau rugi adalah milik sendiri,” tandasnya.
Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan












