Harga Kedelai Merangkak, Perajin Tahu Goreng dan Pedagang Asongan “Ngagoak”

Senin, 4 Januari 2021 - 12:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Harga kedelai yang semakin merangkak naik hingga 20 persen membuat para pengrajin tahu dan pedagang asongan di Sukabumi mengeluh, Senin (04/01/21)

Ade Rahwan (40) pemilik pabrik atau pengrajin tahu goreng mengatakan, bahwa keadaan akhir-akhir ini dengan harga kedelai yang naik hingga 20 persen dari Rp 7000/kilo menadi Rp 9000/kilo dan membuat pusing, Ade pun harus rela menaikan harga jual tahu perbutir 25 perak.

Dengan keadaan seperti ini dirinya pun sulit dan tidak seimbang dengan harga tahu yang dijual. Ditambah lagi sulitnya ekonomi sejumlah pedagang asongan dan pedagang keliling mengeluh dengan naiknya harga tahu, sehingga pembeli berkurang.

“Iya saya harus keluar modal lebih untuk memenuhi pasokan produksi biasanya saya beli dua minggu sekali sekitar dua ton seharga Rp 14.000.000, hinggan kini akibat kenaikan harga kedelai bisa mencapi Rp 18.000.000,” ujar Ade Rahwan kepada jurnalsukabumi.com dilokasi.

Masih dikatakan Ade, tahu goreng yang ia produksi biasa dijual kepedagang asongan dan pedagang keliling perboknya seharga Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Kini menjual perboknya senilai Rp 90.000 mengingat harga kedelai naik.

“Iya biasa kami jual ke pedagang asongan dan pedagang keliling perboknya sebesar Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Tapi saat ini kami menjual Rp 90.000 perboknya. Saya berharap kepada pemerintah dan pemangku kebijakan jangan lama-lama keadaan seperti ini dan segera untuk menurunkan harga kedelainya karena kedaan saat ini masyarakat sulitnya ekonomi,” pungkasnya.

Reporter: Ifan II Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron
Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan
Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa
Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon
BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi
Bupati Sukabumi Asep Japar Lepas Jemaah Haji Kloter 13, Titip Doa untuk Kemajuan Kabupaten Sukabumi
KM 72 Ambrol, Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi Berhenti Total Arah Ibu Kota
Momentum Persaja Kabupaten Sukabumi: Tegakkan Keadilan dan Perkuat Solidaritas Adhyaksa

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:49 WIB

Polisi Ringkus Empat Pelaku Kasus Pengeroyokan Maut di Sukaraja, Dua Orang Masih Buron

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:38 WIB

Atasi Parkir Liar, Halaman Depan RSUD Palabuhanratu Disterilkan Petugas Gabungan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 23:55 WIB

Viral Dugaan Pemerkosaan Anak di Parungkuda, Terduga Pelaku Sempat Diamuk Massa

Jumat, 8 Mei 2026 - 12:39 WIB

Mahar Belum Terbayar, Nyawa Sudah Melayang: Tragedi Karyawan Minimarket di Jampangkulon

Kamis, 7 Mei 2026 - 12:38 WIB

BK Lakukan Pendalaman Dugaan Pelanggaran Etik Anggota DPRD Kota Sukabumi

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB