JURNALSUKABUMI.COM – Harga kedelai yang semakin merangkak naik hingga 20 persen membuat para pengrajin tahu dan pedagang asongan di Sukabumi mengeluh, Senin (04/01/21)
Ade Rahwan (40) pemilik pabrik atau pengrajin tahu goreng mengatakan, bahwa keadaan akhir-akhir ini dengan harga kedelai yang naik hingga 20 persen dari Rp 7000/kilo menadi Rp 9000/kilo dan membuat pusing, Ade pun harus rela menaikan harga jual tahu perbutir 25 perak.
Dengan keadaan seperti ini dirinya pun sulit dan tidak seimbang dengan harga tahu yang dijual. Ditambah lagi sulitnya ekonomi sejumlah pedagang asongan dan pedagang keliling mengeluh dengan naiknya harga tahu, sehingga pembeli berkurang.
“Iya saya harus keluar modal lebih untuk memenuhi pasokan produksi biasanya saya beli dua minggu sekali sekitar dua ton seharga Rp 14.000.000, hinggan kini akibat kenaikan harga kedelai bisa mencapi Rp 18.000.000,” ujar Ade Rahwan kepada jurnalsukabumi.com dilokasi.
Masih dikatakan Ade, tahu goreng yang ia produksi biasa dijual kepedagang asongan dan pedagang keliling perboknya seharga Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Kini menjual perboknya senilai Rp 90.000 mengingat harga kedelai naik.
“Iya biasa kami jual ke pedagang asongan dan pedagang keliling perboknya sebesar Rp 75.000 hingga Rp 80.000. Tapi saat ini kami menjual Rp 90.000 perboknya. Saya berharap kepada pemerintah dan pemangku kebijakan jangan lama-lama keadaan seperti ini dan segera untuk menurunkan harga kedelainya karena kedaan saat ini masyarakat sulitnya ekonomi,” pungkasnya.
Reporter: Ifan II Redaktur: FK Robbi












