Catat! Ada Tujuh Pos Pemeriksaan Bagi Wisatawan Berlibur ke Sukabumi

Sabtu, 26 Desember 2020 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi saat memeriksa wisatawan yang akan berlibur ke Palabuhanratu. Foto: ifan/jurnalsukabumi.com

i

Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sukabumi saat memeriksa wisatawan yang akan berlibur ke Palabuhanratu. Foto: ifan/jurnalsukabumi.com

JURNALSUKABUMI.COM – Sedikitnya ada tujuh titik pos pemeriksaan didirikan sebagai pintu masuk wisatawan dari luar kota ke berbagai objek wisata ke Kabupaten Sukabumi, terutama ke Pantai Palabuhanratu. Di pos-pos itu dilakukan pemeriksaan pelaksaanaan protokol kesehatan (prokes), mulai pengecekan surat hasil rapid test antigen, penggunaan masker, hingga ke penindakan bagi yang melanggar prokes. 

Ketujuh titik itu ditempatkan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukabumi. Di antaranya di pintu masuk Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) di Cicurug, Cibadak, Citepus, Cisolok, dan kawasan Geopark Ciletuh.

“Bagi wisatawan dari luar daerah yang berwisata ke sini (Sukabumi), diimbau untuk menjalankan prokes. Bawa surat hasil test antigen, dan bagi yang tidak kami akan sisir dan melakukan rapid test antigen,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif saat melakukan pemantauan di Palabuhanratu, Sabtu (26/12/2020).

AKBP M Lukman Syarif.

Pemeriksaan di pos-pos itu, sambung Lukman, akan terus dilakukan secara terus-menerus hingga awal tahun 2021. Hal itu dilakukan untuk memutus penularan sampar virus corona yang data penyebarannya masih terus meningkat.
Andika (33), pewisata asal Bogor mengaku tak mempersoalkan ketatnya pemeriksaan saat berlibur ke Palabuhanratu. Malah, dia sangat mendukung upaya petugas meminimalisir penyebaran Covid-19. 

“Saya kebetulan bawa isteri dan anak, sebelum ke sini (Palabuhanratu) saya rapid test antigen dulu. Ya, kita harus sadar juga, berlibur di saat pendemi seperti sekarang. Memang beda saat normal,” ungkapnya. 

Reporter: Ifan | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun
Rumah Bilik Bambu Milik Kakek 72 Tahun di Bojongpari Hangus Terbakar ‎
Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran
Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang
Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak
Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan
420 Jiwa Mengungsi Usai Kebakaran Ciptamulya, 70 Rumah Warga Ludes Terbakar
Api Cepat Merambat di Ciptamulya, Kodim 0622 Sukabumi Bantu Kendalikan Kebakaran

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 18:46 WIB

8 Tahun Padjadjaran Anyar, Dari Nyukcruk Galur hingga Menjaga Warisan Karuhun

Senin, 27 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dari Stok 20 Tahun, Cadangan Padi Adat Ciptamulya Diprediksi Tinggal 5 Tahun Usai Kebakaran

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:54 WIB

Di Balik Puing Ciptamulya, Mak Utiah Cari Sisa Barang dari Rumah yang Hilang

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:28 WIB

Nyaris Maut! Kendaraan Bak Angkut Orang Tertimpa Pohon di Cikakak

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:56 WIB

Leuit Kasepuhan Ciptamulya Tinggal Arang, Warga Berjuang Amankan Cadangan Pangan

Berita Terbaru