JURNALSUKABUMI.COM – Teror anak ular kobra kembali terjadi di Kota Sukabumi. Ular yang dikenal sangat mematikan ini, menyarang sejumlah warga yang berada di Perumahan Shiva Residen Blok A, Kelurahan Jaya Mekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, selama 4 hari berturut-turut.
Anak kobra yang sudah diamankan warga tercatat sebanyak 4 ekor. Selain berkeliaran di semak, selokan dan tumpukan puing, beberapa kali warga juga menemukan hewan reptil itu di dalam rumah.
Zulfikar (25) salah satu warga setempat mengatakan, teror ular tersebut terjadi sejak Minggu (20/12) kemarin. Sejumlah ular itu diduga berasal dari sawah dan kebun yang berada di dekat perumahan.
“Sudah empat hari warga diteror, ular kobra itu muncul di area perumahan. Di dekat perumahan itu kan ada semak-semak dan sawah nah diduga ular itu berasal darisana,” kata pria yang akrab disapa MZ ini kepada wartawan, Rabu (23/12/20).
Hingga kini, menurut Zulfikar, warga sudah menangkap empat anak ular kobra. 3 ekor di antaranya sempat masuk kedalam rumah salah satu warga.
“Ular kobra ditemukan itu bahkan ada yang sempat masuk ke rumah warga melalui pintu utama, itu kejadian kemarin malam Selasa (22/12),” tuturnya.
Lanjut dia, ular yang ditangkap pun bermacam – macama ukuran ada yang sampai 1 meter hingga 1,5 meter dengan besar mencapai 3 jari manusia.
Selain itu sambung dia, karena dikhawatirkan membahayakan, sebagian ular yang berukuran besar pun terpaksa dibunuh dan sisanya diamankan oleh warga.
“Iya, ada yang dibunuh karena warga khawatir ular itu membahayakan itu yang berukuran besar dan yang kecil diamankan oleh warga,” kata dia.
Kini warga di perumahan mulai cemas oleh kemunculan anakan ular itu. Mereka khawatir, masih banyak ular yang berkeliaran dan masuk ke rumah-rumah warga.
Rencananya tambah dia warga pun akan bergotong royong membersihkan rumput liar dan lahan yang kurang terurus di sekitar perumahan ini untuk mengantisipasi lanjutan teror ular.
“Sejak kejadian itu, kami yang berada di perumahan ini akan kerja bakti bersama warga membersihkan lingkungan perumahan,” pungkasnya.
Reporter: Rizky Miftah | Redaktur: Ujang Herlan












