Longsor Pasar Parungkuda, Polisi Pasang Garis Polisi di Lokasi

Senin, 21 Desember 2020 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polsek Parungkuda, Polres Sukabumi memasang garis polisi di titik lokasi ambruknya empat kios permanen di Pasar Parungkuda yang tergerus longsor, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Senin (21/12/20).

Saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Kanit Reskrim Polsek Parungkuda Ipda Asep Suhriat membenarkan, bahwa telah dilakukan pemasangan garis polisi di titik longsor dan ambruknya empat kios di Pasar Parungkuda. Hal tersebut yakni selain perintah pimpinan serta dikhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

“Iya betul sesuai perintah pimpinan kita pasang garis polisi di sepanjang lokasi longsor dan amburuknya empat kios tersebut. Karena ditakutkan terjadi hal-hal yang tidak diingikan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Parungkuda Ipda Asep Suhriat kepada jurnalsukabumi.com melalui telepon selulernya, Senin (21/12/20).

Diberitakan sebelumnya, Pasca empat kios permanen di Pasar Parungkuda, Kabupaten Sukabumi tergerus longsor, Minggu (20/12/20) pagi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Anita Mulyani turuntangan dan meninjau lokasi.

Saat ditemui di lokasi bencana, Anita Mulyani mengatakan, bahwa bencaa timpah empat kios diduga akibat cuaca ekstrim dan hujan deras hingga terjadinya longsoran hebat.

“Selain cuaca ekstrim dan hujan deras dilokasi sejak malam hingga pagi tadi, ada beberapa bangunan yang berjejer di atas bantaran sungai terkesan dipaksakan,” Ungkap Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani dilokasi.

Sambung Anita langkah selanjutnya, BPBD akan menindak lanjuti aturan-aturan pembangunan dan perizinan bersama dinas pasar dan dinas perizinan apakah sudah ditempuh atau tidak.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Sekaligus bangunan yang memang dibantarkan ini ada izinnya atau tidak,” jelasnya.

Reporter: Ifan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan
Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar
Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan
Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup
Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan
Suami Bongkar Dugaan Perselingkuhan di Kalibunder, Oknum Guru Dilaporkan ke Polisi
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Bukan Toko, Ini Swalayan Pakaian Gratis di Posko Korban Kebakaran Ciptamulya

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Usai Digruduk Warga, Guru Ngaji di Simpenan Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Pencabulan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Sungai Tak Lagi Jernih, Warga Simpenan Desak Penertiban Tambang Liar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:34 WIB

Rumah Dikepung Massa, Dugaan Pencabulan Oknum Guru Ngaji Gegerkan Warga Simpenan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Kebutuhan Dasar Penyintas Ciptamulya Dipastikan Aman, Fase Darurat Resmi Ditutup

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:33 WIB

Berangkat Esok, 52 Korban Kebakaran Ciptamulya Diundang KDM ke Lembur Pakuan

Berita Terbaru