JURNALSULABUMI.COM – Video berdurasi 26 detik mengenai pernyataan sikap sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Sukabumi, mendadak viral.
Pasalnya, isi pesan yang disampaikan dalam video tersebut malah mengundang reaksi kecaman di berbagai organisasi wartawan serta LSM.
Ketua Umum DPC Apdesi Kabuapten Sukabumi, Deden Deni Wahyudin menjelaskan, video tersebut dibuat secara spontan. Berawal, dari kabar bahwa ada salah satu oknum LSM yang memanggil Kades yang terkesan penyidik.
“Itu secara spontan yang dibuat teman-teman Kades. Hanya saja, kita pun mengakui ada kehilafan tidak menyebutkan nama LSM atau sebutan Oknum, meskipun dalam video itu ada bahasa melawan media dan LSM yang selalu mengobok-obok desa,” jelasnya.
Deden mengaku, akibat kejadian tersebut akan segera melakukan klarifikasi kembali untuk meluruskan tujuan isi pesan dalam video yang kadung menyebar luas ini.
“Intinya, kita tidak sedikit pun mengarah atau memojokkan ke media atau LSM lainnya. Mohon maaf baik secara pribadi dan organisasi atas video tersebut. Dan besok kita akan berkumpul kembali di sekretariat bersama kawan-kawan Kades untuk kembali membuat video klarifikasi,” tegas Deden.
Di tempat terpisah, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Sukanumi, Hanif Nasution menyayangkan akan kejadian tersebut. Ia menilai, seharusnya para Kades ini lebih jelas, kalau memang ada wartawan atau media seperti itu disebut saja.
“Kalau memang ada oknum wartawan atau media sebut saja. Intinya kita minta diklarifikasi, jangan disamakan semua media atau wartawan melakukan seperti yang disebutkan,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum LSM Gapura RI, Hakim Adonara. Ia mengaku, sebagai lembaga sipil anti korupsi merasa sangat tersinggung atas pernyataan sikap tersebut.
“Saya menegaskan agar segera klarifikasi media dan LSM yang dimaksud, sebelum kami menuntut tindakkan tidak menyenangkan atas sodara yang lakukan itu,” tegas Hakim.
Ia pun berpesan seharusnya para Kades ini bisa bermitra baik dengan media atau LSM untuk tata kelola pembangunanan yang lebih baik di desanya masing-masing.
“Pesan saya, jangan merasa Paing Aingna bersih. Dan saya ingatkan agar segera membuat kembali video klarifikasi secara visual sebelum kami menghimpun LSM dan media untuk menuntut,” tutupnya.
Reporter: Ilham II Redaktur: Ujang Herlan












