JURNALSUKABUMI.COM – Hujan deras yang mengguyur Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, menyebabkan terjadinya pergeseran tanah dan longsor di beberapa titik lokasi.
Peristiwa pergeseran tanah yang terjadi, Minggu (15/11/2020) sekitar pukul 16.00 WIB di Kampung Sindangsari RT 02/06 itu berdampak pada terputusnya akses jalan desa satu-satunya. Akibatnya, jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua apalagi roda empat.
“Sedikitnya 300 kepala keluarga yang menggunakan jalan desa ini terisolir,” Kata Kepala Desa Cimenteng Herry Sobar Winara kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (15/11/2020).
Tanah longsor di Kampung Pataruman RT 03/05 lanjut dia, sempat mengganggu aktivitas warga karena ada ruas jalan yang tertimbun longsor. Selain itu, ada tebing longsor menimpa rumah warga yg berlokasi Kampung Pasirbanera RT 02/04.
“Kondisi saat ini sangat menghawatirkan, hingga masyarakat mengalami kerugian materi hingga Rp300 juta,” jelasnya.
Terpisah, Anita Mulyani, Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi mengatakan, BPBD bersama para relawan diterjunkan ke lokasi bencana untuk bersama-sama warga mengatasi dampak longsor. ”Ada beberapa lokasi longsor yang harus segera ditangani, karena kalau dibiarkan bisa membahayakan warga,” katanya.
Terkait kejadian ini, Anita meminta warga Cimenteng yang tinggal di wilayah rawan longsor mulai meningkatkan kewaspadaan. ”Sejak sepekan terakhir, curah hujan cukup tinggi mengguyur wilayah Sukabumi. Kami berharap, warga bisa meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Usep Mulyana












