JURNALSUKABUMI.COM – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Kampung Tenjoayu, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, tanpa dilengkapi sarana penerangan yang memadai. Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena dapat memancing tindak kriminalitas dan membuat pejalan kaki was-was disatroni pelaku kejahatan.
Hal ini disampaikan Aal warga setempat, yang kerabatnya sempat menjadi korban pembegalan oleh segerombol orang yang membawa senjata tajam di area tersebut.
“Kejadiannya sekitar jam 00.00 WIB, dua Minggu lalu. Saudara perempuan saya nyaris menjadi korban pembegalan,” kata Aal kepada Jurnalsukabumi.com, Selasa (10/11/20).
Keresahan warga mendapat tanggapan dari Taopik Hidayat, Kaur Perencanaan Pemerintah Desa Tenjoayu. Dia sempat mendengar tentang peristiwa pembegalan itu. Untuk mengantisipasi terjadinya kejahatan seperti itu, pihak Pemdes Tenjoayu berupaya secepatnya memasang sarana penerangan disekitar JPO tersebut.
” Ditempat JPO itu, kalau malam hari gelap gulita. Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait untuk sesegera mungkin memasang sarana penerangan. Agar kasus percobaan pembegalan itu tidak terulang lagi. Kebetulan Desa Tenjoayu dapat jatah satu unit. Akan kita arahkan ke JPO itu,” jelasnya.
Dia juga meminta kapada pihak yang terkait yang membangun jembatan tersebut untuk mengontrol dan memfasilitasi penerangan maupun keamanan di setiap jengkal area tersebut.
“Jelas dibutuhkan pengawasan, minimal dari Babinsa, babinkamtibmas dan aparatur pemerintahan setempat. Disamping itu, kita juga sudah berkoordinasi dengan PT KAI untuk membantu pemasangan sarana penerangan,” ujarnya.
Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Usep Mulyana












