JURNALSUKABUMI.COM – Keluarga Darin (40) dan Wiwin (35) warga Kampung Rancaseel RT 18 RW 09, Desa/Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi, kini bisa bernafas lega. Pasalnya, kondisi tangan kiri anaknya, Memey Meisa Widia (7) yang hampir membusuk hingga bagian sikutnya, terputus sendiri tanpa harus naik meja operasi.
“Atas izin Allah, tangan kiri anak saya yang kata dokter harus lekas diamputasi, terputus sendiri tanpa harus diamputasi,” katanya kepada jurnalsukabumi.com lewat sambungan telepon, Senin (9/11/2020).
Dia menuturkan, Senin (12/10/2020) lalu, sekitar pukul 07.30 WIB, saat anaknya hendak makan pagi, dia melihat bercak darah diperban yang melilit membungkus tangannya. Setelah perbannya dibuka, ternyata tangan anaknya sudah terputus. Potongan tangan itu sendiri berada tidak jauh dari tempat duduknya.
“Subhanallah, ini sebuah keajaiban. Tangan yang seharusnya diamputasi, ternyata putus sendiri tanpa harus naik meja operasi, ” ungkap Darin.
Dia menanbahkan, sebelum menjalani tindakkan medis, dia lebih dulu minta pendapat gurunya tentang pilihan mana yang harus diambil.
“Guru saya Mualim Hudri, lebih memilih mengobati anaknya dengan cara kebatinan. Alhamdulillah, ikhtiar beliau atas izin Allah, kondisi tangan anak saya sudah jauh lebih baik,” ujarnya.
Penantian selama tiga bulan dari Agustus sampai Awal Nopember ini, telah menemukan jawabannya. Dia berharap, ada dermawan yang akan membantu anaknya untuk membelikan tangan palsu, agar psikologinya cepat pulih seperti sediakala. ” Hanya satu permintaan anak saya. Dia ingin dibelikan tangan palsu. Sedikitnya, dia tidak minder jika bermain dengan teman-temannya,” pungkasnya.
Repoter : Hendi | Redaktur: Usep Mulyana












