JURNALSUKABUMI.COM – Para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) di Sukabumi, rela berbondong-bondong hingga tak sedikit jauh dari himbauan protokol kesehatan di Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kedatangan para penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 2,4 juta dari Kementrian Koperasi dan Perdagangan Republik Indonesia itu dikekhwatirkan akan menimbulkan klaster baru covid-19.
Pantauan di berbagai lokasi, terlihat mulai dari BRI Cisaat, Cabang Kota Sukabumi, dan BRI Unit Sukabumi Selatan Jalan Degung Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi sejak pukul 7:30 WIB warga sudah membludak. Bahkan sebagian warga berasal dari Kabupaten Sukabumi.
Mirisnya lagi, warga rela berdesakan tanpa menjaga jarak dan tidak mengindahkan protokol kesehatan. Bahkan, karena antrian teralalu penuh sampai memakan sebagian bahu jalan. Padahal masih dalam masa pandemi Covid-19.
Saat disambangi, Kokom (30) salah satu warga Cisaat Kabupaten Sukabumi, mengaku sejak pukul 06.30 WIB sudah berangkat ke BRI Cisaat. Namun, karena penuh sehingga mencoba ke BRI Unit Selatan, yang berada di Jalan Arif Rachman Hakim Kota Sukabumi.
“Hari Jumat dapet SMS dari BRI jadi saya ingin ngecek, langsung ke BRI ternyata sejak pagi sudah penuh bahkan sampai keluar penuhnya,” kata Kokom kepada wartawan. Senin (19/10/2020).
Kokom yang kesehariannya sebagia Pegadang sayuran keliling ini mengaku khawatir dengan antrian seperti itu. Apalagi saat ini masih dalam keadaan pandemi Covid-19.
“Takut sih tapi mau gimana lagi, kalo gak gini gak dapat bantuan modal itu secepatnya, apalgi saat ini ekonomi sedang susah,” ungkapnya.
Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan upaya konfirmasi ke pihak BRI pun belum ada jawaban.
Reporter: Rizky Miftah II Redaktur: Ujang Herlan












