JURNALSUKABUMI.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mengebut pembangunan infrastruktur strategis pasca banjir bandang yang melanda 13 desa dan 1 kelurahan di Sukabumi Utara, pekan lalu (21/09/2020).
Luapan air bah yang menghancurkan sarana pipanisasi di kaki Gunung Salak, untuk mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga dan fasilitas umum lainnya tengah dalam penataan kembali.
Kepala Sekso (Kasi) Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman mengatakan, pembangunan infrastruktur berupa pipanisasi yang sempat memutus aliran air ke pemukiman warga yang tersebar di tujuh desa, sudah mencapai 80 persen.
“Akibat banjir bandang ini, banyak infrastruktur yang rusak terutama pipanisasi yang menyalurkan kebutuhan air bersih ke setiap rumah tangga yang terdampak bencana,” Kata Eka kepada jurnalsukabumi.com, Selasa (13/10/2020).
Menurutnya, pembangunan pipanisasi sepanjang ribuan meter tersebut, memerlukan dukungan dan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Supaya pekerjaan bisa berjalan lebih cepat dan pemulihan kondisi bisa berjalan sesuai harapan semua pihak.
“Pengerjaan ini membutuhkan anggaran cukup besar. Alhamdulillah pipanisasi sudah selesai dibangun oleh masyarakat dibantu para relawan yang tak pernah memulihkan keadaan agar kondisi kembali normal,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Ruang Peduli, Dodi firmansyah ketua menuturkan, pembangunan pipanisasi yang berada di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, masih dalam tahap pengerjaan. Ia menjelaskan, air yang mengaliri beberapa kedusunan itu sudah mencapai 90%.
“Saat ini masih pemasangan pipa dari sumber air ke bak penampungan. Selanjutnya akan disalurkan ke rumah tangga sasaran dan fasilitas lainnya,” jelasnya.
Reporter: Ilham Nugraha II Redaktur: Usep Mulyana












